alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Wednesday, 2 December 2020

Bayi yang Dibuang di Krucil Alami Hipotermia, Harus Dirawat Intensif

KRUCIL, Radar Bromo – Penemuan bayi di kebun kopi di Dusun Bermi Tengah, Desa Bermi tersebut kemudian diketahui oleh Puskesmas Krucil. Upaya perawatan pun dilakukan oleh Bidan Desa. Dengan melakukan pengecekan kondisi kesehatan layaknya bayi baru lahir.

Bidan koordinator Puskesmas Krucil, Sri Wahyundari, mengatakan bahwa sejauh ini bayi dalam keadaan sehat. Tindakan medis dan perawatan bayi pun dilakukan selayaknya bayi baru lahir. Bayi perempuan tersebut memiliki berat 3 ribu gram dan tinggi 51 sentimeter.

Namun perawatan lebih lanjut dilakukan secara intensif dilakukan di Puskesmas Krucil. Termasuk menempatkan bayi ke inkubator agar tubuhnya hangat. Sebab, bayi tersebut jelas kedinginan.

“Hasil pemeriksaan bayi dalam kondisi sehat. Namun saat pertama kali dibawa ke Puskesmas bayi mengalami hipotermia. Suhu badan hanya 34,4 derajat Celsius (normalnya 37 derajat celcius). Oleh karena itu kami rawat di dalam inkubator agar suhu tubuhnya terjaga,” ujar Sri Wahyundari.

TAK BERDOSA: Bayi perempuan yang Senin (19/10) ditemukan di kebun kopi di Dusun Bermi Tengah, Desa Bermi, Krucil. Bayi itu mengalami hipotermia dan kini tengah dirawat tenaga kesehatan Puskesmas Krucil secara intensif. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Menurutnya, kondisi tersebut dapat terjadi. Kuat dugaan jika pembuangan bayi dilakukan pada malam hari. Sehingga bayi ketika ditemukan dalam keadaan hipotermia karena kedinginan. Apalagi saat ditemukan, tak ada pakaian yang melindungi tubuh rentannya. Tidak hanya itu pemeriksaan lain dilakukan, termasuk melakukan pengecekan beberapa lubang di bagian tubuhnya.

“Ada beberapa ulat ditemukan di telinga. Jadi, kami lakukan pemeriksaan menyeluruh. Khawatir menyebar, kemudian kami bersihkan,” jelasnya.

Saat ditanya terkait dengan jangka waktu perawatan bayi di puskesmas? Sri Wahyundari masih belum dapat memastikan. Sebab dirinya saat ini masih fokus untuk memantau perkembangan bayi usai ditemukan di tengah kebun kopi.

“Belum tahu sampai kapan akan dirawat. Tergantung kebijakan puskesmas. Yang terpenting bayi dalam keadaan sehat,” tuturnya.

Satuni, perempuan pertama yang menemukan bayi perempuan yang dibuang mengungkapkan, dia ingin merawat bayi. Hingga Senin (19/10) siang, dia tampak beberapa kali berkunjung ke Puskesmas Krucil melihat bayi yang ditemukan.

“Ingin tahu kondisi bayi di puskesmas, jadi saya berkunjung. Kalau diperbolehkan, saya ingin merawat bayi itu seperti anak sendiri. Sebab saya tidak tega dan tahu persis saat bayi itu ditemukan,” ungkapnya. (ar/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

PNS Pemkab Pasuruan Kendat, Pernah Ajak Istri Minum Baygon

Peristiwa nahas ini diketahui pertama kali oleh istri korban sekitar pukul 07.30.

Diduga Ngantuk, Pasutri Tabrak Truk Parkir di Kraton, Suami Tewas

Siang itu pasutri itu dari Polres Pasuruan untuk mengurus SKCK dan berencana pulang

Kemenhub Minta Tambah Penguji di Balai Uji Kir Kraksaan

Balai Uji Kir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, mendapatkan catatan dari tim akreditasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Ratusan Petani di Kota Probolinggo Terancam Tak Dapat Pupuk Subsidi

Sebab, mereka tidak terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

KONI Kab Pasuruan Digerojok Rp 5,4 M

Prestasi dunia olahraga di Kabupaten Pasuruan harus lebih baik tahun depan.