Anggarkan Lagi Pembelian CPU-Monitor Backhoe untuk Gantikan yang Hilang

ANGKUT SAMPAH: Backhoe yang ada di TPA Blandongan. Lantaran dua unit tak bisa dioperasikan, sementara DLHKP meminjam milik Dinas PU. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BUGULKIDUL – Hilangnya monitor dan CPU dalam backhoe milik Pemkot di tempat pembuangan akhir (TPA) Blandongan akhir agustus lalu langsung mendapatkan atensi dari Pemkot. Pemkot berencana melakukan pengadaan dua monitor backhoe baru, melalui perubahan APBD (P-APBD) 2018.

Pengadaan itu bukan tanpa alasan. Sebab, dua monitor yang hilang lalu, membuat dua unit backhoe tak bisa difungsikan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Petamanan (DLHKP) Kota Pasuruan, Rudiyanto mengungkapkan pihaknya mengajukan anggaran Rp 390 juta untuk pengadaan backhoe. Jika disetujui, anggaran ini bakal digunakan untuk membeli dua buah monitor backhoe.

“Backhoe yang lama tidak bisa digunakan. Selain monitor dan CPU nya sudah hilang, kunci pintunya juga dirusak. Makanya kami lakukan pengadaan backhoe baru,” katanya.

Rudi-sapaan akrabnya menjelaskan untuk operasional pemilahan sampah di TPA Blandongan, DLHKP sudah meminjam sebuah backhoe milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang digunakan untuk pengerukan sungai. Tujuannya, agar operasional di TPA tidak terganggu.

Ia berharap agar pihak kepolisian berhasil mengungkap pelaku pencurian tersebut. Beberapa waktu lalu, ia bersama 10 orang sempat dimintai keterangan terkait kronologi kehilangan monitor dan CPU backhoe ini. Ia menjelaskan sesuai dengan pengakuan saksi di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami inginnya monitor dan backhoe yang hilang bisa kembali. Atau minimal, pelakunya bisa tertangkap. Sebelas orang termasuk saya sudah dimintai keterangan oleh Polresta Pasuruan,” terang Rudi.

Seperti diketahui, aksi pencurian terjadi di TPA Blandongan, Kecamatan Bugulkidul Kamis lalu (23/8). Sepasang monitor dan CPU yang dipasang di Backhoe untuk pengaturan sampah di TPA setempat hilang dicuri. Diperkirakan DLHKP mengalami kerugian yang tidak sedikit. (riz/fun)