Alhamdulillah, Pasien Covid-19 Pasutri asal Prasi Gading Sembuh

KRAKSAAN, Radar Bromo-Kabar baik penanganan virus korona di Kabupaten Probolinggo kembali berembus. Itu lantaran per Selasa (20/5) ada pasien yang kembali dinyatakan sembuh.

Kali ini ada dua pasien yang dinyatakan sembuh.  Yakni pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Prasi, Kecamatan Gading. Dengan begitu, jumlah pasien sembuh mencapai 15 dari jumlah pasien positif 44 orang.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr Anang Budi Yoelijanto mengatakan, berdasarkan hasil swab yang ada, 2 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 Selasa dinyatakan sembuh. Keduanya merupakan pasangan suami istri dan sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Kondisinya semua baik dan sehat.

“Mereka dinyatakan sembuh karena sesuai protokol kesehatan hasil swabnya dua kali negatif. Kedua orang yang dinyatakan sembuh ini merupakan pasangan suami istri, ” ungkap Anang.

Pasutri itu tergabung dalam klaster Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Hasil swab kedua orang ini keluar Selasa (19/5) lalu. Pemeriksaan swabnya dilakukan menggunakan TCM (Tes Cepat Molekuler) dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

“Secara umum mereka dalam kondisi schat semua dan tidak ada penyakit-penyakit lainnya. Setelah sembuh dan dipulangkan, mereka yang penting melakukan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan di rumahnya masing-masing. Gaya hidup harus tetap dijaga dengan baik dan kalau kemana-mana harus memakai masker serta menerapkan physical distancing,” jelas Anang.

Meskipun dinyatakan sembuh, Mereka harus rutin memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. “Jaga kesehatan dan bila tidak penting tidak diperkenankan ke luar rumah. Karena yang bersangkutan masih bisa tertular ulang. Lantaran itu, bukan berarti jika sembuh tidak terinfeksi lagi. Melainkan masih bisa tertular lagi,” imbuhnya.

Sebab, jelasnya, bisa saja orang yang sudah sembuh, kalau ketemu orang lain bisa berisiko penularan dengan tipe yang lain. Sebab, virus korona sendiri banyak tipenya. “Untuk kemungkinan penularan lainnya tidak ada, sebab anaknya sudah negatif,” tandasnya. (sid/mie)