alexametrics
28 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pelempar Bondet Pemuda Kalipang Berhasil Dibekuk, Tangannya Putus

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PASURUAN, Radar Bromo- Polisi bergerak cepat mengusut kasus tewasnya Mukhamad Ramadhani, 19. Korps Bhayangkara berhasil menangkap satu dari dua pelaku yang melempar bondet, hingga Ramadhani tewas. Satu pelaku tersebut dibekuk di RSUD dr Moh Saleh, saat sedang melakukan perawatan.

Pelaku pelemparan bondet itu diketahui berinisial A, warga Desa Plososari, Kecamatan Grati. “Saat kami amankan, pelaku A ini tengah mendapat perawatan. Tangannya putus lantaran juga terkena ledakan bondet,” beber AKBP Arman, Kapolres Pasuruan Kota.

Sebelum mengamankan A, polisi sudah mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. Bersama tim gabungan yang melibatkan Jatanras Polda Jatim, polisi mengetahui pelaku berinisial A tengah ada di RSUD dr Moch Saleh.

“Karena tangannya putus, pelaku pasti cari pertolongan. Setelah berhasil diidentifikasi A ada di rumahsakit, anggota langsung kesana dan mengamankan,” beber Arman.

Menurut Arman, sebelum melempar bondet Ramadhani, pelaku ini memang mendatangi korban yang lagi makan. Tiba-tiba, pelaku berhenti di depan korban. Hingga kemudian, pelaku A memukul Ramadhani.

“Nah, saat memukul korban, pelaku A ini menggenggam bondet hingga akhirnya meledak. Sehingga nanti pelaku A ini bisa kami kenai pasal penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” beber Arman.

Menurut Arman, polisi masih mendalami apa latar belakang pelaku A membawa bondet. Karena rata-rata pelaku 365 (Curas, Red) membawa bondet. Kemungkinan A pelaku 365 atau pencurian dengan kekerasan.

Mengapa kasus kejahatan jalanan beberapa hari ini meningkat ? Arman tidak menampiknya. Namun menurut dia, kejahatan adalah bayang-bayang dari peradaban.

“Timbulnya kejahatan dipengaruhi berbagai faktor.  Terutama saat pandemi Covid-19 berkepanjangan, membuat perekonomian beberapa orang menurun. Tentunya para pelaku juga pasti akan meningkat. Apalagi mendekati Lebaran,” beber Kapolresta.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat, betul-betul waspada. Terutama jika melewati jalan-jalan yang sepi tanpa pengawalan,  tanpa pengawasan, tanpa adanya orang lain yang bisa membantu.

TERKAPAR: M Romadhoni tang masih berada di lokasi kejadian. Senin (19/4) siang dia dilempar bondet hingga mengalami luka parah. (Foto: screenshot)

Warga di sekitar Ranu Grati, Senin (19/4) siang dibuat gempar. Ini setelah terdengar suara ledakan bondet di sekitar. Ledakan bondet ternyata mengenai sasarannya adalah M Ramadhani, 19, Desa Kalipang, Grati. Akibatnya, dia mengalami luka parah, hingga akhirnya meregang nyawa usai mendapat perawatan. (ube/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, Radar Bromo- Polisi bergerak cepat mengusut kasus tewasnya Mukhamad Ramadhani, 19. Korps Bhayangkara berhasil menangkap satu dari dua pelaku yang melempar bondet, hingga Ramadhani tewas. Satu pelaku tersebut dibekuk di RSUD dr Moh Saleh, saat sedang melakukan perawatan.

Pelaku pelemparan bondet itu diketahui berinisial A, warga Desa Plososari, Kecamatan Grati. “Saat kami amankan, pelaku A ini tengah mendapat perawatan. Tangannya putus lantaran juga terkena ledakan bondet,” beber AKBP Arman, Kapolres Pasuruan Kota.

Sebelum mengamankan A, polisi sudah mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. Bersama tim gabungan yang melibatkan Jatanras Polda Jatim, polisi mengetahui pelaku berinisial A tengah ada di RSUD dr Moch Saleh.

Mobile_AP_Half Page

“Karena tangannya putus, pelaku pasti cari pertolongan. Setelah berhasil diidentifikasi A ada di rumahsakit, anggota langsung kesana dan mengamankan,” beber Arman.

Menurut Arman, sebelum melempar bondet Ramadhani, pelaku ini memang mendatangi korban yang lagi makan. Tiba-tiba, pelaku berhenti di depan korban. Hingga kemudian, pelaku A memukul Ramadhani.

“Nah, saat memukul korban, pelaku A ini menggenggam bondet hingga akhirnya meledak. Sehingga nanti pelaku A ini bisa kami kenai pasal penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” beber Arman.

Menurut Arman, polisi masih mendalami apa latar belakang pelaku A membawa bondet. Karena rata-rata pelaku 365 (Curas, Red) membawa bondet. Kemungkinan A pelaku 365 atau pencurian dengan kekerasan.

Mengapa kasus kejahatan jalanan beberapa hari ini meningkat ? Arman tidak menampiknya. Namun menurut dia, kejahatan adalah bayang-bayang dari peradaban.

“Timbulnya kejahatan dipengaruhi berbagai faktor.  Terutama saat pandemi Covid-19 berkepanjangan, membuat perekonomian beberapa orang menurun. Tentunya para pelaku juga pasti akan meningkat. Apalagi mendekati Lebaran,” beber Kapolresta.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat, betul-betul waspada. Terutama jika melewati jalan-jalan yang sepi tanpa pengawalan,  tanpa pengawasan, tanpa adanya orang lain yang bisa membantu.

TERKAPAR: M Romadhoni tang masih berada di lokasi kejadian. Senin (19/4) siang dia dilempar bondet hingga mengalami luka parah. (Foto: screenshot)

Warga di sekitar Ranu Grati, Senin (19/4) siang dibuat gempar. Ini setelah terdengar suara ledakan bondet di sekitar. Ledakan bondet ternyata mengenai sasarannya adalah M Ramadhani, 19, Desa Kalipang, Grati. Akibatnya, dia mengalami luka parah, hingga akhirnya meregang nyawa usai mendapat perawatan. (ube/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2