23.6 C
Probolinggo
Wednesday, May 31, 2023

Pelempar Bondet Pemuda Kalipang Berhasil Dibekuk, Tangannya Putus

PASURUAN, Radar Bromo- Polisi bergerak cepat mengusut kasus tewasnya Mukhamad Ramadhani, 19. Korps Bhayangkara berhasil menangkap satu dari dua pelaku yang melempar bondet, hingga Ramadhani tewas. Satu pelaku tersebut dibekuk di RSUD dr Moh Saleh, saat sedang melakukan perawatan.

Pelaku pelemparan bondet itu diketahui berinisial A, warga Desa Plososari, Kecamatan Grati. “Saat kami amankan, pelaku A ini tengah mendapat perawatan. Tangannya putus lantaran juga terkena ledakan bondet,” beber AKBP Arman, Kapolres Pasuruan Kota.

Sebelum mengamankan A, polisi sudah mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. Bersama tim gabungan yang melibatkan Jatanras Polda Jatim, polisi mengetahui pelaku berinisial A tengah ada di RSUD dr Moch Saleh.

“Karena tangannya putus, pelaku pasti cari pertolongan. Setelah berhasil diidentifikasi A ada di rumahsakit, anggota langsung kesana dan mengamankan,” beber Arman.

Baca Juga:  Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

Menurut Arman, sebelum melempar bondet Ramadhani, pelaku ini memang mendatangi korban yang lagi makan. Tiba-tiba, pelaku berhenti di depan korban. Hingga kemudian, pelaku A memukul Ramadhani.

“Nah, saat memukul korban, pelaku A ini menggenggam bondet hingga akhirnya meledak. Sehingga nanti pelaku A ini bisa kami kenai pasal penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” beber Arman.

Menurut Arman, polisi masih mendalami apa latar belakang pelaku A membawa bondet. Karena rata-rata pelaku 365 (Curas, Red) membawa bondet. Kemungkinan A pelaku 365 atau pencurian dengan kekerasan.

Mengapa kasus kejahatan jalanan beberapa hari ini meningkat ? Arman tidak menampiknya. Namun menurut dia, kejahatan adalah bayang-bayang dari peradaban.

“Timbulnya kejahatan dipengaruhi berbagai faktor.  Terutama saat pandemi Covid-19 berkepanjangan, membuat perekonomian beberapa orang menurun. Tentunya para pelaku juga pasti akan meningkat. Apalagi mendekati Lebaran,” beber Kapolresta.

Baca Juga:  Lagi, Pasien Covid-19 di Kota Probolinggo Sembuh; Anak Pasutri di Wonoasih

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat, betul-betul waspada. Terutama jika melewati jalan-jalan yang sepi tanpa pengawalan,  tanpa pengawasan, tanpa adanya orang lain yang bisa membantu.

TERKAPAR: M Romadhoni tang masih berada di lokasi kejadian. Senin (19/4) siang dia dilempar bondet hingga mengalami luka parah. (Foto: screenshot)

Warga di sekitar Ranu Grati, Senin (19/4) siang dibuat gempar. Ini setelah terdengar suara ledakan bondet di sekitar. Ledakan bondet ternyata mengenai sasarannya adalah M Ramadhani, 19, Desa Kalipang, Grati. Akibatnya, dia mengalami luka parah, hingga akhirnya meregang nyawa usai mendapat perawatan. (ube/fun)

PASURUAN, Radar Bromo- Polisi bergerak cepat mengusut kasus tewasnya Mukhamad Ramadhani, 19. Korps Bhayangkara berhasil menangkap satu dari dua pelaku yang melempar bondet, hingga Ramadhani tewas. Satu pelaku tersebut dibekuk di RSUD dr Moh Saleh, saat sedang melakukan perawatan.

Pelaku pelemparan bondet itu diketahui berinisial A, warga Desa Plososari, Kecamatan Grati. “Saat kami amankan, pelaku A ini tengah mendapat perawatan. Tangannya putus lantaran juga terkena ledakan bondet,” beber AKBP Arman, Kapolres Pasuruan Kota.

Sebelum mengamankan A, polisi sudah mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. Bersama tim gabungan yang melibatkan Jatanras Polda Jatim, polisi mengetahui pelaku berinisial A tengah ada di RSUD dr Moch Saleh.

“Karena tangannya putus, pelaku pasti cari pertolongan. Setelah berhasil diidentifikasi A ada di rumahsakit, anggota langsung kesana dan mengamankan,” beber Arman.

Baca Juga:  Penertiban Bangunan Liar di Grati Diwarnai Ketegangan

Menurut Arman, sebelum melempar bondet Ramadhani, pelaku ini memang mendatangi korban yang lagi makan. Tiba-tiba, pelaku berhenti di depan korban. Hingga kemudian, pelaku A memukul Ramadhani.

“Nah, saat memukul korban, pelaku A ini menggenggam bondet hingga akhirnya meledak. Sehingga nanti pelaku A ini bisa kami kenai pasal penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” beber Arman.

Menurut Arman, polisi masih mendalami apa latar belakang pelaku A membawa bondet. Karena rata-rata pelaku 365 (Curas, Red) membawa bondet. Kemungkinan A pelaku 365 atau pencurian dengan kekerasan.

Mengapa kasus kejahatan jalanan beberapa hari ini meningkat ? Arman tidak menampiknya. Namun menurut dia, kejahatan adalah bayang-bayang dari peradaban.

“Timbulnya kejahatan dipengaruhi berbagai faktor.  Terutama saat pandemi Covid-19 berkepanjangan, membuat perekonomian beberapa orang menurun. Tentunya para pelaku juga pasti akan meningkat. Apalagi mendekati Lebaran,” beber Kapolresta.

Baca Juga:  Setiyono Pakai Uang Urunan Rekanan untuk Tutupi Kekurangan Uang Pembayaran Lahan Kantor Panggungrejo

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat, betul-betul waspada. Terutama jika melewati jalan-jalan yang sepi tanpa pengawalan,  tanpa pengawasan, tanpa adanya orang lain yang bisa membantu.

TERKAPAR: M Romadhoni tang masih berada di lokasi kejadian. Senin (19/4) siang dia dilempar bondet hingga mengalami luka parah. (Foto: screenshot)

Warga di sekitar Ranu Grati, Senin (19/4) siang dibuat gempar. Ini setelah terdengar suara ledakan bondet di sekitar. Ledakan bondet ternyata mengenai sasarannya adalah M Ramadhani, 19, Desa Kalipang, Grati. Akibatnya, dia mengalami luka parah, hingga akhirnya meregang nyawa usai mendapat perawatan. (ube/fun)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru