Ratusan PJU Gagal Terpasang dan Empat Kecamatan Juga Batal Dibangun Gara-gara Korona

PASURUAN, Radar Bromo – Makin banyak kegiatan pembangunan di Kabupaten Pasuruan yang juga dibatalkan karena refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 atau korona. Salah satunya, batalnya pemasangan ratusan penerangan jalan umum (PJU).

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka menuturkan, semula ada 200 unit PJU yang akan dipasang tahun ini. Ratusan PJU itu disebar untuk membuat titik-titik jalan gelap, bisa lebih terang.

Dana untuk merealisasikannya, tidaklah murah. Mencapai Rp 2 miliar. Sebab, setiap unitnya bisa menghabiskan dana Rp 10 juta.

Rencana itu, kata Hanung, diupayakan bisa terlaksana bulan Mei. Namun, hal itu batal direalisasikan.

“Sementara belum bisa kami proses lebih jauh karena anggarannya dialihkan untuk penanganan korona,” ulasnya.

Padahal, diakuinya masih banyak jalan-jalan yang membutuhkan penerangan. Karena untuk menghindari kecelakaan serta aksi kejahatan. Seperti Bangil-Sukorejo atau jalur-jalur lainnya.

“Tapi, ada giat yang lebih mendesak. Makanya, sementara kami pending,” tambahnya.

Selain itu, rencana pembangunan empat kantor kecamatan di Kabupaten Pasuruan juga batal dilakukan. Pemkab memilih melakukan penundaan, seiring kebijakan refocusing anggaran.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto mengungkapkan, ada empat kantor kecamatan yang gagal dibangun. Yaitu, kantor Kecamatan Lumbang, Grati, Tutur, dan Kraton. Untuk Kantor Kecamatan Lumbang, semula anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 3,5 miliar.

Sementara untuk Grati, bakal digerojok dana hingga Rp 1,5 miliar. Sedangkan Tutur, digelontor Rp 2,5 miliar. “Khusus untuk Kraton, merupakan proyek lanjutan tahun sebelumnya. Dananya, Rp 2 miliar,” sambungnya.

Anggaran besar itu, diperuntukkan dalam mempermak kantor kecamatan agar lebih layak. Seperti kantor Kecamatan Lumbang, yang diproyeksikan dibangun ulang. Karena kondisinya dianggap kurang menunjang untuk pelayanan.

Proses rehab keempat gedung itu, sebenarnya sudah persiapan untuk lelang. Namun, akhirnya dihentikan lantaran terdampak korona.

“Kami masih menunggu korona teratasi. Karena anggarannya, sementara dialihkan untuk fokus ke penanganan korona,” jelas dia.

Hal inilah yang membuat empat gedung tersebut gagal terbangun. Hari –sapaannya- tak memastikan kapan pembangunan empat gedung itu direalisasikan. (one/hn/fun)