Naik Motor, Dilempar Tepung hingga Terjatuh, Warga Pakuniran Dibacok di Paiton

PAITON – Nahas dialami dua warga asal Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Sabtu (19/1) malam lalu, mereka menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal saat melintas di Jalan raya Desa Randumerak, Kecamatan Paiton. Akibatnya, salah satu dari keduanya mengalami luka cukup parah. Bahkan kaki kanannya patah hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

LUKA AKIBAT TERJATUH: Saniwan yang ikut menjadi korban dan mengalami luka-luka akibat terjatuh dari motor. (Istimewa)

Kedua warga itu adalah Fauzi, 37, warga Desa Alaspandan, dan juga Saniwan, 40, warga Desa Bucor Kulon. Keduanya sama-sama berasal dari Kecamatan Pakuniran.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kejadian itu terjadi sekitar pukul 19.00 wib. Dimana saat itu, keduanya berboncengan menggunakan kendaraan bermotor. Fauzi yang menyetir motor, sedangkan Saniwan ada di boncengan. Keduanya melaju dari arah selatan ke utara.

Sesampainya di Tempat Kejadian perkara (TKP), tiba-tiba dari arah belakang muncul dua orang yang juga mengendarai motor. Tak banyak bicara, salah seorang pelaku yang ada di motor tersebut, menaburkan tepung ke arah wajah Fauzi dan Saniwan. Akibatnya, mata keduanya perih bahkan terjatuh dari motor. Saat terjatuh itulah, kedua orang tak dikenal itu langsung melakukan pembacokan.

Saniwan, yang selamat atas kejadian itu mengatakan, saat kejadian tidak memiliki firasat buruk. Bahkan, ia tidak mengetahui kalau dirinya dan Fauzi telah dibuntuti oleh kedua orang tidak dikenal itu. Yang ia ingat saat kejadian itu yakni ia langsung dipukuli dengan benda tumpul. “Mau melawan saya tidak bisa karena sudah dipukul,” jelasnya.

Setelah berhasil melukainya dan juga temannya itu, kedua pelaku langsung kabur. Ia kemudian berusaha menolong temannya tersebut. “Saya langsung berteriak dan kemudian banyak yang berdatangan,” tuturnya.

Oleh warga, Fauzi dan Saniwan langsung dilarikan ke RS Rizani, Kecamatan Paiton. Keduanya langsung dilakukan perawatan. Terutama kepada Fauzi yang kondisinya lebih parah dari pada Saniwan.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Menurut pria yang pernah bertugas di Pasuruan itu, pihaknya juga belum bisa memastikan apa yang melatar belakangi kejadian itu sehingga bisa terjadi.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban Fauzi juga mengalami patah kaki. Patahnya kaki Fauzi tersebut tidak lain karena sabetan senjata tajam pelaku. (sid/fun)