Hilang 10 Hari, Warga Sumberduren Ditemukan Tewas Tergantung di Krucil

BAJU SAMA: Jenazah korban saat ditemukan tergantung. Dan foto korban semasa hidup yang mengenakan baju sama seperti saat ditemukan tewas tergantung di kebun kopi. (Istimewa)

Related Post

KRUCIL-Warga Desa/ Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jumat sore (19/10) sekitar pukul 15.30, dihebohkan dengan ditemukan sosok mayat tergantung. Mayat lelaki itu tergantung di kebun kopi milik Pri di Dusun Tengah, Desa/ Kecamatan Krucil.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, mayat tergantung itu pertama kali ditemukan oleh Abdul rahman, 33 dan Mujianto, 32, keduanya warga Desa Bermi, Krucil. Sore itu, keduanya tengah mencari burung di areal kebun kopi milik pak Pri.

Saat asyik mencari burung itulah, keduanya dibuat terkejut dengan ditemukannya sosok lelaki tergantung. Kondisinya saat itu sudah mengenaskan.

Wajah korban sudah terlihat rusak. Jenazah korban juga sudah mengeluarkan bau tak sedap. Dua warga Bermi itu pun lantas menghubungi perangkat desa setempat.

Laporan itu pun akhirnya diteruskan ke Polsek Krucil. “Awalnya, petugas kesulitan untuk mengetahui identitas korban. Sebab, wajahnya saat itu sudah rusak. Susah dikenali. Selain itu, tak ditemukan identitas pada korban saat itu,” ujar AKP Dwi Sucahyo, Kapolsek Krucil.

Nah, identitas korban sendiri diketahui usai polisi mendapatkan informasi dari Facebook. Yakni, ada warga Desa Sumberduren, Krucil yang dilaporkan hilang sejak 10 hari lalu.

“Dari ciri baju yang dikenakan korban, ada kesamaan. Plus kaki kanan korban yang agak melengkung. Dari situ diketahui identitas korban,” jelas Dwi.

Korban diidentifikasi sebagai Tarji alias Adam, 52. Pria yang sehari-harinya jadi petani itu berasal dari Dusun Tengah RT 7/ RW 2, Desa Sumberduren, Kecamatan Krucil.

Jenazah korban sendiri baru dievakuasi malam harinya. Selain mengevakuasi korban, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya 1 baju koko warna biru dongker, 1 sarung warna cokelat muda, 1 botol air mineral dan uang tunai sekitar Rp 180 ribu. (hil/mie)