alexametrics
27 C
Probolinggo
Friday, 30 October 2020

Warga Krejengan Tewas Bersimbah Darah di Papua

KREJENGAN, Radar Bromo – Dugaan penganiayaan hingga menyebabkan meninggal, terus terjadi pada warga ‘pencari rupiah’ di Papua. Ahmad Baidlawi, 51, warga Dusun Masjid, Desa Dawuhan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, ditemukan tewas bersimbah darah di Papua.

Kematian korban pun sempat viral di media sosial (medsos) facebook. Akun Fendy Martha Tyalova memposting kondisi korban saat tergeletak di jalan. Akun ini meneruskan postingan yang diunggah akun Shamboja Maru.

Sekretaris Desa Dawuhan Abdul Wahab membenarkan bahwa korban merupakan warganya. Namun, sudah lama korban bekerja di Papua sebagai tukang ojek. Dirinya mengetahui kabar meninggalnya korban dari warga desa setempat.

“Benar, Pak Baidlawi warga desa sini (Desa Dawuhan, Red). Sekitar 3 tahun lebih bekerja di Papua bersama keponakannya,” ujarnya.

Menurut Wahab, korban meninggal pada Kamis (17/9). Keluarga lantas mengurus kepulangan jasad korban. Jumat (18/9) pukul 23.00, jasad korban sampai di rumah duka. Dan malam itu juga, keluarga langsung menguburkan mayat korban.

“Keponakannya yang mengurus pemulangan. Begitu sampai di desa, langsung dimakamkan,” katanya.

Alwi, salah satu warga Desa Dawuhan menambahkan, korban bekerja dengan salah satu keluarganya. Sementara anak dan istri korban tetap di kampung. Namun, korban jarang pulang selama bekerja di Papua.

“Istrinya ada di rumah, tidak ikut merantau. Karena jarak Papua dengan Jawa jauh, akhirnya jarang pulang,” tuturnya.

Sementara sepupu korban Ahmad Zaini mengatakan, saudaranya itu diduga jadi korban pembunuhan. Dirinya mendapat berita korban meninggal pada Kamis (17/9), pukul 09.00. Berita itu disampaikan  keponakan korban yang bekerja di Papua bersama korban.

Saat itu juga, keponakan korban mengurus pemulangan jenazah korban ke Krejengan. Kamis (17/9) pukul 11.00, jenazah korban diterbangkan ke Bandara Juanda Surabaya.

“Dapat informasi akan dipulangkan pada hari Kamis. Jadi keluarga sudah bersiap-siap menjemput di Surabaya pada hari Kamis itu,” ujarnya.

Jumat (18/9) pukul 21.00, pesawat yang membawa jenazah korban mendarat di Juanda. Kemudian, jenazah yang dimasukkan peti mati itu dibawa ambulans menuju Krejengan. Tepat pukul 23.00, jenazah tiba di rumah duka.

“Semua keluarga menangis saat jenazahnya sampai di rumah di Dusun Masjid. Malam itu juga, jenazah dishalati, dibacakan yasin tahlil, kemudian jenazah dimakamkan,” tandasnya.

Saat ini menurutnya, keluarga hanya pasrah menerima kematian korban. Keluarga menganggap itu sebagai musibah.

“Selama proses pemulangan jenazah tidak ada kendala apapun. Sudah musibah, kami hanya bisa pasrah. Dia meninggalkan seorang istri dan tiga anak,” tuturnya. (ar/hn)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Sopirnya Diduga Ngantuk, Mobil Xenia Tabrak Pohon–Pagar Sekolah

Mobil tiba-tiba mengarah ke kiri, hingga kemudian menabrak dua pohon palm dan mangga. Selanjutnya menabrak pagar sekolah, hingga laju kendaraan seketika itu langsung berhenti.

Debat Publik Perdana Pilwali Pasuruan Usung Tema Kesejahteraan

Dua pasangan calon yang berebut dukungan rakyat Kota Pasuruan berdebat dalam 6 segmen. Total durasi seluruh acara selama 120 menit.

Dua Pohon Tumbang Timpa Motor-Macetkan Jalan di Pasuruan

Pohon tumbang usai diterjang angin kencang.

Salip Kiri, Warga Rembang Tewas Terlindas Truk Gandeng di Rejoso

Korban meregang nyawa saat hendak berangkat kerja.

Dana Kebencanaan Kota Pasuruan Sudah Terserap 70 Persen

Dana kebencanaan yang dimiliki oleh Pemkot Pasuruan tahun ini diyakini mencukupi.