Radar Bromo

Ada Nakes Terpapar Korona, RSUD Waluyo Jati Tutup 3 Hari

KRAKSAAN, Radar Bromo – Semua pelayanan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dihentikan selama tiga hari. Yaitu, terhitung mulai Rabu ini (19/8) sampai Jumat (21/8). Selama tiga hari itu, RSUD akan disterilisasi.

Sebab, ada seorang tenaga kesehatan (nakes) yang dinyatakan positif Covid-19 di RSUD. Meski demikian, Humas RSUD Waluyo Jati Sugianto menegaskan, alasan utama sterilisasi bukan karena ada nakes yang positif. Namun, lebih untuk pengamanan seluruh nakes dan pasien.

“Bukan itu alasan utamanya. Tetapi, sterilisasi atau disenfeksi untuk pengamanan seluruh nakes dan pasien,” katanya.

Pak Gik –panggilannya- membenarkan memang ada nakes yang positif di RSUD. Namun, ia mengaku tidak mengetahui pasti jumlahnya. Termasuk klasternya dari mana. Menurutnya, semua data tentang Covid-19 ada di Dinas Kesehatan.

“Iya ada (nakes yang positif, Red). Tetapi, kembali lagi ini bukan lockdown. Hanya sterilisasi dan disenfeksi,” ungkapnya.

Selama tiga hari itu, semua ruangan yang ada di RSUD akan disterilisasi. Karena itulah, layanan dihentikan sementara untuk memudahkan sterilisasi.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo di lapangan, sejak kemarin (18/8) RSUD memasang banner pemberitahuan di depan ruang IGD. Isinya menginformasikan bahwa dalam tiga hari ke depan mulai hari ini (19/8) sampai Jumat (21/8), akan diadakan sterilisasi seluruh ruangan di RSUD. Sehingga, layanan dihentikan sementara.

Pak Gik melanjutkan, penutupan tersebut dilakukan mulai hari ini terhitung pukul 00.00. Pelayanan tidak akan diberikan kepada pasien baru di semua tempat. Mulai dari poli, IGD, bahkan rawat inap.

Pihaknya pun menyarankan kepada masyarakat yang ingin berobat ke RSUD untuk sementara berobat ke rumah sakit terdekat di Kraksaan dan sekitarnya. “Bisa ke Rumah Sakit Graha Sehat, RSIA Siti Fatimah, Rizani, ataupun ke Wonolangan. Kami mohon maaf selama tiga hari tidak bisa melayani karena ada sterilisasi,” tandasnya.

Sementara itu, Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto mengatakan, nakes RSUD Waluyo Jati yang terkonfirmasi positif satu orang. Ia termasuk klaster pelangi.

“Masuk Klaster Pelangi karena penularannya tidak diketahui dari mana,” terangnya.

Penutupan RSUD Waluyo Jati itu sendiri adalah kali kedua. Sebelumnya, IGD RSUD Waluyo Jati sempat ditutup sehari. Saat itu ada nakes di IGD yang dinyatakan positif Covid-19. (sid/hn)