26 Jukir Nakal di Kota Pasuruan Ditindak

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Penghapusan parkir nonlangganan tidak lantas membuat masyarakat Kota Pasuruan bebas dari pungutan liar (pungli). Masyarakat masih kerap ditarik retribusi oleh oknum juru parkir (jukir).

Kondisi ini pun mendapatkan atensi dari DPRD Kota Pasuruan. Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan Ismu Hardiyanto mengungkap, parkir nonlangganan sudah dihapus oleh Pemkot Pasuruan. Namun, kondisi ini tidak lantas membuat masyarakat bebas dari penarikan retribusi liar oleh oknum jukir.

Pihaknya kerap menerima informasi penarikan retribusi oleh jukir nakal. Besarnya berbeda, bergantung dari kendaraan dan lokasi parkir. Padahal, ini termasuk pungutan liar (pungli).

Ismu pun berharap, Pemkot segera melakukan tindakan tegas agar hal ini tidak terus terjadi. Sebab, pungli oleh jukir sangat merugikan masyarakat Kota Pasuruan. Di sisi lain, setoran pada jukir ini tidak bisa masuk ke kas daerah.

Kan, sekarang hanya ada parkir berlangganan. Namun, kenyataan di lapangan, kami kerap menerima informasi ada oknum jukir yang menarik uang pada masyarakat,” ungkapnya.

Wawali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo menjelaskan, Pemkot rutin memberikan pembinaan setiap bulan pada jukir. Pembinaan ini dilakukan oleh Polresta Pasuruan, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP Kota Pasuruan.

Hasilnya, Pemkot sudah menindak 26 oknum jukir nakal yang diketahui menarik uang pada parkir nonlangganan. Menurutnya, pemkot akan terus melakukan upaya serupa. Karena itu, Pemkot menyediakan posko pengaduan.

“Kami memiliki posko pengaduan di Alun-alun Kota Pasuruan. Jadi, masyarakat yang menemukan hal ini bisa segera melapor agar ditindak,” sebut Teno. (riz/hn)