Muncikari yang Dibekuk di Tretes Kerap Tawarkan Pesta Sex Via Sosmed, Tarifnya Varian

SURABAYA – Ditangkapnya Agus Kusbiantoro, 44, oleh unit V Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, kian menegaskan bahwa Tretes, di Prigen, memang menjadi lokasi favorit untuk ajang prostitusi. Lelaki yang menjadi muncikari dan sudah dijadikan tersangka itu, ternyata kerap menawarkan pelanggan, dengan layanan bervariasi.

Itu diungkapkan Agus, saat Polda Jatim menggelar rilis. Setiap event yang diagendakan, Agus memasang harga Rp 500 ribu. Sementara, terkait dengan yang single Agus memasang tarif Rp 700 ribu. Tarif harga tersebut diperuntukkan persiapan acara. Seperti menyewa wanita, membeli minuman, dan berkaraoke.”Ya pakai acara karaoke dan mabok dulu baru melakukan aksi,” tambah polisi dengan tiga balok itu.

Dalam mempromokan akunnya, Agus memajang foto-foto menarik. Tentunya, terang Aldy, dengan menggunakan kata-kata layanan seks. ”Kami dalami kembali. Pelaku bisa lebih, karena sudah pengalaman hingga mengadakan acara pesta,” katanya.

Padahal, lanjut Aldy, dia mantan seorang guru. Saat melakukan aksi fantasi bisnis layanan pesta tersebut, Agus juga masih berstatus guru. Di bagian lain, Agus menyatakan puas dengan event yang diadakan. Bagi dia, hal itu menyenangkan. ”Ada fantasi yang tersalurkan. Tapi saya sendiri senang membahagiakan orang lain,” ujarnya.

Dia mengatakan, ide pesta tersebut berasal dari pelanggannya. Menurut pria 44 tahun itu, banyak pelanggan yang menyukai acara tersebut.”Saya kan hanya menuruti pelanggan. Saya cuma pakai twitter. Di twitter gampang untuk cari pelanggan,” tambahnya.

DATARAN TINGGI: Penginapan yang ada di puncak Tretes di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. (Foto dok Jawa Pos Radar Bromo)

Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu lalu, unit V Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim melakukan penggerebekan di sebuah villa yang ada disana. Tujuh orang diamankan saat mereka menggelar pesta seks.

Salah seorangnya, Agus Kusbiantoro yang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Penyebabnya, dia dianggap telah membuka layanan seks dan mendapatkan keuntungan. Meski begitu, Agus tampak tak grogi saat menerangkan kasusnya itu. (den/JPG/fun)