Ruko yang Jadi Gudang BBM di Gending Meledak, 1 Tewas-Puluhan Luka

GENDING, Radar Bromo-Sebuah rumah yang jadi tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) meledak di Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Kamis (19/3) sore. Ledakan terjadi diduga akibat korsleting listrik yang kemudian merambat ke puluhan tong dan jeriken berisi BBM.

Akibat kejadian itu, seorang warga meninggal dunia dan 27 lainnya alami luka-luka. Data itu disampaikan Sekdes Sebaung Misnadi. Ia langsung mendata warganya yang jadi korban ledakan kemarin.

Berdasarkan data sementara, korban meninggal adalah Alimuddin, menantu dari pemilik rumah. Sementara, 27 warga yang mengalami luka-luka ada pekerja dan warga sekitar. Termasuk Ladiyo, pemilik rumah. Juga, seorang anggota Koramil Gending yang belum diketahui identitasnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, rumah lantai dua itu milik pasangan suami-istri (pasutri) Lidiyo-Mala, warga setempat.  Rumah itu dalam tahap dibangun. Namun, lantai satu rumah sudah dipakai untuk menyimpan BBM. Ada puluhan tong dan puluhan jeriken berisi BBM yang disimpan di lantai satu rumah itu.

Pasutri Lidiyo-Mala memang memiliki usaha SPBU mini di lokasi itu. Mereka juga memiliki usaha ruko di sana. Berdasarkan keterangan warga setempat, mereka biasa kulakan BBM dalam jumlah besar. Sekali kulakan, bisa mencapai puluhan tong BBM yang dimuat pikap.

Ledakan itu sendiri terjadi sekita pukul 15.30. Saat ledakan terjadi, sejumlah tukang bangunan sedang bekerja seperti biasa di lantai dua rumah itu. Lalu tiba-tiba, dari lantai satu rumah itu terdengar ledakan. Ledakan disertai dengan kebakaran. Begitu ledakan terjadi, tembok rumah lantai satu runtuh.

“Semua pekerja yang ada di sekitar lokasi kejadian langsung lari untuk menyelamatkan dirinya masing-masing, ” kata Zainal Abidin, warga setempat yang juga saksi mata.

Sementara itu, warga di lokasi yang mendengar suara ledakan kemudian mendekat. Mereka berusaha menyelamatkan korban yang ada di dalam rumah. Namun, saat warga sudah di dalam rumah, terjadi ledakan kedua.

Ledakan kedua ini lebih besar. Dan mirisnya, ledakan kedua terjadi saat warga sekitar berusaha membantu korban ledakan pertama. Akibatnya, warga yang membantu ikut jadi korban ledakan kedua. “Ledakan yang kedua lebih besar. Bahkan, warga yang mencoba menolong ikut jadi korban ledakan,” katanya. (sid/hn)