Arit Nyangkut Kabel, Warga Watulumbang Lumbang Tersetrum saat Cari Pakan Ternak

NAHAS: Jenazah korban saat tersangkut usai tersetrum di pohon mahoni, Selasa (18/9) sore. Dia tersengat listruk saat mencari dedaunan di pohon yang ada di Desa Watulumbung. (Foto: Polsek Lumbang For Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

LUMBANG– Malang nian Sutoyo alias Arsidah, 58. Selasa (18/9) sore, ia meregang nyawa. Warga Watulumbung, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan itu kurang hati-hati saat mencari dahan di pepohonan. Arit Sutoyo tak sengaja nyangkut di kabel listrik hingga membuat ia tewas tersetrum di lokasi kejadian.

Kejadian ini membuat geger warga Watulumbung, Kecamatan Lumbang. Warga langsung berdatangan ke lokasi kejadian. Namun saat itu korban sudah dalam keadaan tertelungkup dan nyangkut di ranting pohon.

Kejadian itu terjadi sekitar pukul 15.20. Tak lama berselang, petugas Polsek Lumbang dan Puskesmas setempat pun langsung datang ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.

Ahmad Riduan, Kades Watulumbung mengatakan bahwa warga yang mengetahui korban sudah dalam kondisi tidak bergerak tertahan di ranting pohon. “Jadi tahunya Sutoyo sudah tidak bernyawa. Tidak ada yang berani mendekat sampai Polsek dan petugas Puskesmas datang,” jelasnya.

Sutoyo merupakan warga Watulumbung yang kesehariannya mencari rumput untuk ternak. Kemarin Sutoyo juga berniat mencari rumput dan berangkat sekitar pukul 14.00 dari rumah. Kondisi saat musim kemarau ini, kondisi rumput memang sulit dicari. Sehingga tak sedikit yang harus memanjat pohon untuk mendapatkan dedaunan yang hijau.

Termasuk Sutoyo yang rela memanjat ke pohon mahoni di lahan milik Suriyani, warga di Desa Watulumbung. Kemungkinan tidak tahu bahwa dibelakangnya ada kabel listrik yang menjalar. Korban yang menyabet kabel malah kesetrum. Akhirnya korbanpun langsung terjatuh dan tertahan di ranting lainnya. Korbanpun sudah tidak bergerak dan tertahan di ketinggian 5 meter di atas pohon.

AKP Suparmin, Kapolsek Lumbang mengatakan polsek Lumbang langsung mendatangi TKP kejadian. Dan membenarkan bahwa korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa saat dievakuasi. “jadi karena tersetrum, akhirnya korban langsung meninggal di TKP,” jelasnya.

Setelah kejadian tersebut, keluarga korban menolak dilakukan otopsi jenazah. Sehingga korban langsung dibawa ke rumah duka. “Keluarga menolak dilakukan otopsi karena kejadian tersebut dianggap kecelakaan murni,” jelasnya.

Sehingga hanya dilakukan pemeriksaan luar oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Lumbang. Dan kondisi korban mengalami luka bakar pada telapak tangan kanan, betis kanan kiri dan kedua telapak kaki. Dalam pemeriksaan tersebut tidak ditemukan tanda kekerasan ataupun penganiayaan. Setelah diperiksa, jenazah langsung dibawa ke rumah duka. Korban meninggalkan satu istri dan seorang anak perempuan. (eka/fun)