alexametrics
29C
Probolinggo
Tuesday, 26 January 2021

Bupati Probolinggo Batalkan Uji Coba Sekolah Tatap Muka

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sempat diizinkan, akhirnya Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari membatalkan izin uji coba pembelajaran tatap muka pendidikan menengah di daerahnya. Izin dibatalkan lantaran jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo kembali meningkat.

Dengan demikian, dua lembaga pendidikan menengah di Kabupaten Probolinggo juga batal menggelar uji coba pembelajaran tatap muka. Yaitu, SMKN 2 Kraksaan dan SMAN 1 Leces.

Padahal, uji coba pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Leces sempat dijadwalkan untuk dikunjungi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hari ini. Karena pembatalan izin uji coba itu, maka dipastikan Gubernur juga batal mengunjungi SMAN 1 Leces.

“Untuk uji coba pembelajaran tatap muka, kami pemerintah daerah sudah meminta izin kepada gubernur Jawa Timur. Dan Alhamdulilah, Ibu Gubernur sangat memahami dan mendukung upaya Pemerintah Daerah. Kami meminta waktu uji coba ditunda,” terang Bupati Tantri –panggilannya-.

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan kapan uji coba pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan. Saat ini pemkab masih melakukan evaluasi guna memastikan keamanan uji coba pembelajaran tatap muka dari ancaman Covid-19.

Jika hasil evaluasinya aman, maka pemkab secepat mungkin akan melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka. Tantri pun berharap penundaan uji coba pembelajaran tatap muka menjadi keputusan terbaik yang diambil pemerintah kabupaten saat ini.

“Kami minta waktu satu atau dua minggu ke depan untuk proses evaluasi. Kami menunda uji coba pembelajaran tatap muka karena melihat perkembangan kasus dan dinamika yang ada. Semoga ini menjadi keputusan terbaik,” ungkapnya.

Tantri pun memastikan, hari ini tidak ada uji coba pembelajaran tatap muka di SMKN 2 Kraksaan dan SMAN 2 Leces. “Izin (untuk SMKN 2 Kraksaan dan SMAN 1 Leces) juga dibatalkan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Cabag Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo Kiswanto menjelaskan, izin uji coba pembelajaran tatap muka memang dibatalkan. Karena melihat perkembangan kasus positif Covid-19 yang meningkat. Izin uji coba di Kraksaan maupun di Leces sama-sama batal.

“Bupati tidak mengizinkan. Sebab, perkembangam pasien positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo meningkat. Jadi, terpaksa tidak ada uji coba di kabupaten,” terangnya.

Ditegaskan Kiswanto, hal itu tidak menjadi masalah. Sebab, uji coba pembelajaran tatap muka memang harus mendapatkan izin dari satgas setempat. Karena itu apabila tidak diizinkan, maka pihaknya tidak akan melanjutkan uji coba itu.

Karena pembatalan izin uji coba itu, maka uji coba hari ini hanya bisa dilakukan di Kota Probolinggo. Yaitu di SMAN 2 Probolinggo dan SMKN 2 Probolinggo.

“Untuk Probolinggo, uji coba hanya dilakukan di kota. Untuk kabupaten, proses belajar tetap daring,” katanya.

Pembatalan itu menurut Kiswanto, juga membuat rencana gubernur Jatim meninjau pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Leces ikut batal. Namun, rencana peninjauan uji coba gubernur Jatim ke Kota Probolinggo dipastikan tetap dilakukan.

“Karena ke Leces tidak jadi, maka ke Kota Probolinggo. Dua sekolah uji coba didatangi semua oleh Gubernur,” kata kiswanto. (sid/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU