alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Langsung Sujud Syukur usai Dapat Remisi Langsung Bebas

BANGIL – Asari, 36, warga Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, tak bisa membendung kegembiraannya. Ia langsung sujud syukur, setelah dinyatakan bebas dari penjara. Bersama empat rekannya yang lain, ia menjadi salah satu warga binaan yang mendapat remisi bebas dalam rangka HUT RI, Jumat (17/8).

Mereka lantas menunjukkan rasa syukurnya itu dengan melakukan sujud syukur di depan undangan yang hadir. Mereka memilih sujud syukur di Alun-alun Bangil, sebagai luapan bahagia atas remisi bebas yang mereka dapatkan. Asari sendiri bisa bebas setelah mendapatkan remisi selama tiga bulan.

Ia dinyatakan bebas lantaran masa penahanannya sudah habis, setelah dikurangi masa remisi tersebut. Terpidana kasus pencurian waralaba ini mengaku, sangat bahagia bisa mendapatkan remisi bebas tersebut.

“Saya divonis dua tahun penjara. Alhamdulillah, saya dapat remisi dan dinyatakan bebas,” kata Asari saat ditemui di sela-sela kegiatan upacara bendera HUT RI ke 73 di Alun-alun Bangil.

Kepala Rutan Bangil Wahyu Indarto menuturkan, perayaan kemerdekaan tahun ini menjadi kado istimewa bagi 159 warga binaan Rutan Bangil. Mereka memperoleh potongan masa penahanan, setelah adanya remisi umum 17 Agustus 2018.

Mereka yang mendapatkan remisi itu, dari berbagai kasus yang ada. Mulai dari pencurian, narkoba, dan perkara-perkara lainnya. “Khusus untuk terpidana korupsi, tidak ada yang mendapatkan remisi,” sampainya.

Besaran remisi yang diberikan, bervariasi. Ada yang sebulan, dua bulan, sampai lima bulan. Bahkan, beberapa di antaranya, ada yang mendapatkan remisi bebas. Remisi ini diberikan karena masa penahanannya berakhir setelah dikurangi besaran remisi tersebut.

“Yang mendapat remisi bebas, sebanyak delapan orang. Mereka mendapat remisi bebas karena masa penahanannya berakhir. Misalnya masa penahanannya tinggal satu bulan. Sementara terpidana mendapatkan remisi selama dua bulan. Otomatis, ia bisa mendapatkan remisi bebas,” ungkapnya.

Dikatakan Wahyu, mereka yang mendapatkan remisi tersebut, lantaran memenuhi persyaratan. Salah satunya, mereka sudah menjalani hukuman 6 bulan 15 hari. Selain itu, mereka juga berkelakuan baik, di samping pula ada beberapa persyaratan lainnya, yang membuat mereka layak mendapatkan remisi. (one/mie)

BANGIL – Asari, 36, warga Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, tak bisa membendung kegembiraannya. Ia langsung sujud syukur, setelah dinyatakan bebas dari penjara. Bersama empat rekannya yang lain, ia menjadi salah satu warga binaan yang mendapat remisi bebas dalam rangka HUT RI, Jumat (17/8).

Mereka lantas menunjukkan rasa syukurnya itu dengan melakukan sujud syukur di depan undangan yang hadir. Mereka memilih sujud syukur di Alun-alun Bangil, sebagai luapan bahagia atas remisi bebas yang mereka dapatkan. Asari sendiri bisa bebas setelah mendapatkan remisi selama tiga bulan.

Ia dinyatakan bebas lantaran masa penahanannya sudah habis, setelah dikurangi masa remisi tersebut. Terpidana kasus pencurian waralaba ini mengaku, sangat bahagia bisa mendapatkan remisi bebas tersebut.

“Saya divonis dua tahun penjara. Alhamdulillah, saya dapat remisi dan dinyatakan bebas,” kata Asari saat ditemui di sela-sela kegiatan upacara bendera HUT RI ke 73 di Alun-alun Bangil.

Kepala Rutan Bangil Wahyu Indarto menuturkan, perayaan kemerdekaan tahun ini menjadi kado istimewa bagi 159 warga binaan Rutan Bangil. Mereka memperoleh potongan masa penahanan, setelah adanya remisi umum 17 Agustus 2018.

Mereka yang mendapatkan remisi itu, dari berbagai kasus yang ada. Mulai dari pencurian, narkoba, dan perkara-perkara lainnya. “Khusus untuk terpidana korupsi, tidak ada yang mendapatkan remisi,” sampainya.

Besaran remisi yang diberikan, bervariasi. Ada yang sebulan, dua bulan, sampai lima bulan. Bahkan, beberapa di antaranya, ada yang mendapatkan remisi bebas. Remisi ini diberikan karena masa penahanannya berakhir setelah dikurangi besaran remisi tersebut.

“Yang mendapat remisi bebas, sebanyak delapan orang. Mereka mendapat remisi bebas karena masa penahanannya berakhir. Misalnya masa penahanannya tinggal satu bulan. Sementara terpidana mendapatkan remisi selama dua bulan. Otomatis, ia bisa mendapatkan remisi bebas,” ungkapnya.

Dikatakan Wahyu, mereka yang mendapatkan remisi tersebut, lantaran memenuhi persyaratan. Salah satunya, mereka sudah menjalani hukuman 6 bulan 15 hari. Selain itu, mereka juga berkelakuan baik, di samping pula ada beberapa persyaratan lainnya, yang membuat mereka layak mendapatkan remisi. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/