Kera yang Serang Bocah, Diduga Peliharaan Warga yang Dilepas

WONOASIH – Resort BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Probolinggo/Lumajang langsung menyikapi serangan monyet liar pada bocah Kelurahan Kedunggaleng dan Kedungasem, Wonoasih, Kota Probolinggo. BKSDA memasang perangkap untuk monyet liar itu.

Kamis (16/8), perangkap berupa sangkar itu diletakkan di lokasi yang diduga banyak monyet datang. Yakni, di RT 2/RW V, Kedungasem, Kecamatan Wonoasih. Tepatnya di sekitar sungai.

“Kami letakkan satu sangkar di sekitar sungai Kedungasem. Sangkar itu kami letakkan Kamis (16/8) siang,” terang Kepala Resort BKSDA Probolinggo/Lumajang Sudartono.

Tono –panggilannya- menduga, monyet liar itu bisa jadi awalnya hewan peliharaan. Karena sudah bosan, pemiliknya lantas melepas kera tersebut begitu saja.

“Yang paling sering terjadi, kera peliharaan dilepas akibat pemiliknya bosan. Nah, kera peliharaan yang dilepas ini berpotensi jadi liar dan menyerang atau mengganggu manusia,” katanya.

Karakter ini berbeda dengan kera yang dari kecil tinggal di hutan atau di pinggir jalan seperti di Besuki. “Kera yang tinggal di habitatnya, lebih mudah menyesuaikan dan tidak mengganggu manusia,” lanjutnya.

Pihaknya, menurut Tono, sementara hanya bisa memasang perangkap. Jika ada kera yang masuk sangkar atau terperangkap, pihaknya ingin warga setempat menghubungi.

Kera liar itu sendiri, menyerang bocah SD di sekitar sungai yang mengalir di antara Kedunggaleng dan Kedungasem, Selasa (14/8). Korban yaitu Muhammad Raditia, 7, warga RT 2/RW 5, Kelurahan Kedungasem.

Kera liar itu menggigit kepala belakang korban. Akibatnya, korban harus mendapat lima jahitan yang di bagian yang terluka. (rpd/hn/mie)