Noars Rafting Disegel Satpol PP, Dinilai Tak Perpanjang Izin dan Tak Bayar Pajak

LANGKAH TEGAS: Petugas Satpol PP memasang papan segel di lokasi Noras Rafting Jumat (17/5). Pengelola wisata yang berada di Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris tersebut dinilai belum memperpanjang izin dan sejumlah klausul aturan. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

TIRIS – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporapabud) Kabupaten Probolinggo melakukan penyegelan terhadap tempat penyedia layanan wisata di wilayahnya. Yakni Noars Rafting di Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris. Penyegelan itu dilakukan karena sudah hampir satu tahun, pihak pengelola tidak memperpanjang izin atau kerjasama.

ARUNG JERAM: Pengunjung bermain arung jeram yang dikelola Noars Rafting. (Istimewa)

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, penutupan sementara tersebut dilakukan Jumat (17/5) sekitar pukul 08.00. Di lokasi, petugas memasang papan bahwa lokasi wisata itu ditutup karena beberapa hal. Selain itu, petugas juga memasang segel di sekeliling tempat tersebut.

Penutupan tersebut, lantaran pihak manajemen melanggar Perda Nomor 7 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan kepariwisataan dan perjanjian kesepakatan bersama. Atas hal itulah pihak pemerintah daerah dirugikan. Karena kewajiban melunasi pajak yang terhitung mulai tahun 2017 sampai saat ini belum juga dilunasi.

Kepala Bidang Pariwisata Disporaparbud setemoat Teguh Sukarsono mengatakan, pihaknya telah beberapa kali memberikan teguran. Namun,teguran tersebut tidak diindahkan oleh pihak pengelola. Sehingga kemudian pihaknya bersama satpol PP melakukan tindakan tegas.

“Sering kami peringati sebelum akhirnya kami putuskan untuk menutup. Baik itu melalui surat tertulis, atau berkoordinasi melalui pesan-pesan singkat lainnya,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Dwijoko Nurjayadi, Kasatpol PP Setempat. Menurutnya, ini merupakan langkah tegas pemkab. Setelah beberapa kali ditegur bahkan sampai satu tahun lebih, namun belum ada iktikat baik dari Noars rafting. Karena itu kemudian pihaknya langsung mengambil tindakan tegas.

“Penutupan kali ini merupakan penutupan sementara, karena objek wisata ini sudah melanggar peraturan daerah (Perda,red) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pariwisata,” ucapnya seusai menyegel objek wisata dengan penyegelan.

Dengan penutupan sementara tersebut, pihak pengelola tidak diperbolehkan melakukan kegiatan. Kegiatan pariwisata di tempat tersebut harus berhenti. Pengelola baru boleh melakukan kegiatan setelah menyelesaikan permasalahan tersebut. Pihaknya memberikan waktu satu bulan guna pihak manejemen mengurusi hal itu.

“Semuanya peralatan apapun harus dibawa hari ini juga, termasuk alat raftingnya. Hal ini supaya tidak adanya peroperasian atau kegiatan apapun, hingga semua permasalahannya selesai. Waktunya satu bulan, kalau tidak selesai maka dihentikan selamanya,” tegasnya.

Hingga proses penutupan usai, tidak ada perlawanan dari pihak Noars Rafting kepada petugas Satpol PP dan Disporaparbud.

Sementara, petugas jaga kantor operator enggan dikonfirmasi. Media ini juga tengah berupaya menghubungi layanan pengelola. Tapi beberapa kali dihubungi, tak ada jawaban. Termasuk pesan singkat yang dikirimkan. (sid/fun)