Siswa asal Kota Pasuruan Disekap lalu Disodomi, Pelaku Residivis, Pakai Ilmu Guna-guna

BANGIL, Radar Bromo – Sungguh keterlaluan apa yang dilakukan Mustofa alias Musdalifa. warga Dusun Kenayan, Desa Sumberagung, Kecamatan Grati tersebut, bukannya bertobat setelah bebas dari penjara. Ia kembali berulah dengan melakukan tindak kejahatan serupa.

Lelaki 47 tahun tersebut, tidak hanya sekadar menculik seorang remaja. Tetapi, ia juga melakukan penyekapan, pencabulan, hingga melakukan sodomi terhadap korban.

Remaja malang yang menjadi budak seks tersangka, menimpa STN, 18, seorang pelajar asal Kota Pasuruan. Ia disekap selama tiga hari di rumah tersangka. Selama itu pula, korban menjadi pelampiasan nafsu jahat tersangka.

Beruntung, kasus ini akhirnya terbongkar. Korban berhasil dibebaskan dari penyekapan itu. Sementara tersangka, kini harus menikmati hari-harinya di balik pengapnya dinding jeruji besi penjara.

KEMAYU: Mustofa alias Muzdalifa dulunya pernah tersandung kasus serupa. (Foto: Iwan Andrik/Radar Bromo)

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda mengungkapkan, tersangka ditangkap di rumahnya, 26 Februari 2020. Penangkapan tersebut, berawal dari aksi jahat yang dilakukannya terhadap STN. Korban dijadikan pelampiasan nafsu jahat oleh tersangka.

“Tersangka melakukan penyekapan dan pencabulan serta menyodomi korban selama berhari-hari,” kata Adrian saat mendampingi Kapolres Pasuruan AKBP Rofik Ripto Himawan.

Aksi jahat tersangka bermula ketika korban dan rekannya bermain-main ke Bangil, 23 Februari 2020. Saat sedang bermain di Alun-alun Bangil, tiba-tiba tersangka datang menghampiri. Tersangka kemudian memakai ilmu guna-guna, kemudian mengajak STN dan temannya untuk pergi ke rumahnya di Grati. “Karena terpengaruh dalam guna-guna, korban menyanggupi. Sementara rekan korban, tidak ikut dan memilih untuk pulang,” imbuh Adrian.

Tersangka membawa korban pergi ke rumahnya sekitar pukul 16.45. Di situlah, tersangka kemudian melampiaskan nafsu bejatnya. Tidak hanya mencabuli korban dengan menciumi korban. Tersangka juga tega menyodomi korban. Aksi itu tidak hanya sekali. Melainkan berulang kali. Terhitung mulai 23 Februari hingga 26 Februari. “Korban sampai mengalami trauma atas tindakan tersangka,” tutur dia.

Kasus ini akhirnya terbongkar setelah pihak keluarga mengadukan ke polisi. Aduan itu bermula dari laporan kehilangan korban. Polisi yang memperoleh laporan itu, melakukan penelusuran.

Hingga akhirnya, STN berhasil ditemukan di rumah tersangka. Ia menjadi korban penyekapan oleh tersangka. “Kami berhasil membongkar kasus ini Rabu, 26 Februari sekitar pukul 15.30. Kami berhasil menemukan korban dan menangkap tersangka di rumahnya,” beber perwira berkacamata tersebut.

Dalam penangkapan itu, petugas berhasil mengamankan satu set kartu remi dan satu set kartu lintrik. Kartu-kartu itu dimasukkan ke dalam kantong warna hijau.

Menurut Adrian, tersangka merupakan seorang residivis. Sebelumnya, ia pernah dua kali masuk penjara. Kali pertama di penjara, ia ditangkap atas kasus perjudian jenis togel selama empat bulan di Lapas Sidoarjo tahun 2009. Ia juga pernah menjalani hukuman 2 tahun penjara di Rutan Bangil gara-gara kasus pencabulan atau sodomi yang dilakukannya pada 2017 silam. “Dia pernah dua kali di penjara. salah satunya karena kasus yang sama dengan kasus sekarang,” ulas Adrian. (one/fun)