Pulang Kerja, Duda asal Sumberasih Dibacok, Rekan Kerja: Motif Asmara

KADEMANGAN, Radar Bromo – Warga di jalan Anggrek, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Selasa sore (18/2) dibuat geger. Itu setelah seorang karyawan PT Tjiwulan Putra Mandiri dibacok orang tak dikenal saat pulang kerja.

Pria itu diketahui bernama Andriyanto, 24. Duda dua anak asal Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih itu mengalami luka bacok di perutnya. Ia pun harus dilarikan ke IGD RSUD dr Moh Saleh.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, aksi pembacokan itu terjadi sekitar pukul 16.15. Saat itu seluruh karyawan pabrik garmen itu baru pulang kerja.

Baru saja keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba korban Andriyanto diserang. Ia pun tergeletak di jalan dan langsung dibawa sejumlah warga dan sekuriti ke RSUD.

Jawa Pos Radar Bromo yang ke lokasi beberapa menit berselang, tak begitu banyak mendapat keterangan dari para pekerja dan warga. “Untuk kejadianya seperti apa, saya tidak tahu mas. Soalnya saya berada di belakang saat itu,” terang Abas, salah satu sekuriti pabrik garmen.

Meski tidak mengetahui dengan jelas peristiwa itu, namun Abas menegaskan bahwa duda dua anak itu adalah karyawan di bagian produksi. “Saya tidak tahu yang bacok siapa. Tapi yang dibacok (korbannya), karyawan sini,” bebernya.

Sementara itu salah satu karyawan yang se-shift dengan Andiyanto, menyebutkan, aksi pembacokan itu bermotif asmara. Korban Andriyanto disebutkan tengah menjalin hubungan asmara dengan sesama rekan kerja yang sudah bersuami.

“Saya tidak mau ikut terlibat. Yang jelas, ini akibat gendak’an (pacaran). Jadi si pria ini, gendak’an dengan si perempuan. Nah perempuan ini sudah bersuami. Kalau yang dibacok (Andiyanto) duda. Hubungan itu diketahui sama suami perempuan ini. Karena tidak terima makanya dibacok,” beber pegawai yang saat itu mengenakan masker warna biru itu.

Sementara Andriyanto sendiri mengalami luka parah di perutnya. Asmad, 35 kakak kandung Andiyanto yang ditemui di depan IGD RSUD mengaku tidak mengetahui aksi pembacokan tersebut. Sebab dia tidak tinggal serumah dengan adiknya. “Saya tinggal di Jangur. Adik saya bersama dengan neneknya,” beber Asmad.

Asmad membenarkan jika adiknya duda. Adiknya yang memiliki dua anak itu telah menduda lebih dari dua tahun. “Saya tidak tahu apakah dia (adiknya) memiliki musuh atau tidak. Sepengetahuan saya dia tidak pernah memiliki musuh,” tambah Asmad.

Sementara itu saat petugas kepolisan mendatangi lokasi kejadian, petugas mendapati sepasang sandal hitam yang diduga milik korban. Selain itu, juga ditemukan bercak darah di samping pintu gerbang.

“Kami masih pendalaman. Jadi motif dan lainya masih belum bisa kita sampaikan. Langsung ke Kapolsek saja,” terang petugas kepolisian yang mendatangi lokasi kejadian.

Terpisah Kapolsek Kademangan, Kompol Toyib Subur mengatakan, saat ini petugas masih melakukan penyelidikan. “Masih pendalaman mas,” ujarnya singkat. (rpd/mie)