Begini Penampakan Rumah Produksi Sabu di Taman Dayu, Total Sudah 9 Tersangka Diamankan

NGONTRAK: Garis polisi yang masih terpasang di dalam rumah di Perumahan Hunian Alam Sejahtera 45, Taman Dayu, Desa Ketanireng, saat dirilis, Senin (17/2) pagi. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PRIGEN, Radar Bromo – Total sembilan pelaku diamankan dalam penggerebekan home industry sabu-sabu di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Para pelaku ini dirilis Polres Pasuruan, Senin (17/2) di tempat kejadian perkara (TKP). Yaitu di Perumahan Hunian Alam Sejahtera 45, Taman Dayu, Desa Ketanireng.

“Total pelakunya ada sembilan orang yang kami amankan. Mereka terlibat dan ada keterkaitan dengan home industry sabu ini,” terang Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Hermawan, didampingi Kasat Narkoba AKP Sugeng Prayitno.

Mereka semua dijerat UU RI 35/2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman minimal empat tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara.

Adapun sembilan pelaku yang diamankan, antara lain Yusuf alias Ciput, oknum LSM dan pernah aktif di LPPNRI berkantor di Jakarta dan Suwandi alias Wandi, residivis kasus penggelapan mobil rental. Keduanya adalah pasangan peracik dan pembuat sabu.

Pelaku lainnya yaitu Andik Harahap, eks pemain Persekabpas dan Akbar alias Blewok. Keduanya warga Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan.

Kemudian Hananto, asal Tuban, oknum wartawan yang mengaku dari media Cakrawala. Ia dibekuk bersama dua orang temannya Heru dan Samuel, masing-masing warga Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan dan Malang.

Dan dua lainnya adalah Andi, warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo. Juga Hidayatus Solikin, dari Magelang, Jateng. Mereka berperan sebagai penyuplai barang untuk pembuatan sabu, transaksinya via online.

BERMACAM PROFESI: Para tersangka yang terlibat jaringan rumah pembuat sabu di Perumahan Taman Dayu. Inset: Siswanto, oknum lawyer yang membuka pintu masuk polisi untuk mengungkap kasus ini. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Para pelakunya ada oknum LSM dan wartawan, juga eks pemain sepak bola dan residivis serta orang biasa. Yusuf dan Suwandi sebagai peracik dan pembuat sabunya, pelaku lainnya menjadi pengedar sekaligus kurir. Juga ada yang pemakai sabu,” bebernya.

Kepada awak media, Kapolres menuturkan, terungkapnya home industry ini berawal dari proses lidik menindaklanjuti informasi masyarakat. Juga pengembangan kasus dari tertangkapnya Siswanto, seorang lawyer, warga Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan. Ia diamankan saat sedang asyik nyabu di indekosnya, di Dusun/Desa/Kecamatan Sukorejo.

“Dari situlah, tim Buser Satnarkoba berhasil menangkap para pelaku lainnya. Juga mengungkap keberadaan home industry sabu ini dan menggerebeknya,” kata Kapolres.

Tidak hanya membeber tersangka, petugas juga membeber barang bukti yang diamankan. Yaitu, sabu 27,3 gram dan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan produksi sabu. Terdiri atas ratusan tablet neoprotifed, iodine, red fosfor, alkohol, cairan HCL. Juga toluen, aseton, dan soda api.

Juga diamankan peralatan yang digunakan untuk memasak atau membuat sabu. Antara lain, kaca labu, botol plastik, wajan, kompor listrik, selang, pompa air, dan timbangan elektrik dua buah. Serta, masih banyak lainnya.

“Barang buktinya lumayan banyak yang kami amankan dari TKP. Baik alat untuk memasak maupun bahan bakunya. Sabunya hanya 27,3 gram, semuanya diamankan di Mapolres Pasuruan,” katanya.

Kapolres menuturkan, memerangi peredaran sekaligus penyalahgunaan narkoba adalah tugas bersama. Utamanya peran serta masyarakat, termasuk informasi penting untuk ditindaklanjuti petugas di lapangan.

“Peran aktif masyarakat sangatlah penting, bersama kami dan pihak berwajib lainnya mengungkap dan memberantas peredaran narkoba di lapangan,” tuturnya. (zal/hn/fun)