alexametrics
27 C
Probolinggo
Friday, 30 October 2020

Genggong Kembali Berduka, Kiai Saiful Islam Tutup Usia

PAJARAKAN, Radar Bromo – Belum genap dua bulan KH Moh. Hasan Abdil Bar meninggal, keluarga besar Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, Pajarakan, kembali berduka. Salah satu pengasuhnya, KH Moh. Hasan Saiful Islam, tutup usia, Sabtu (17/10).

Ribuan peziarah pun memadati halaman Masjid Jamik Al-Barokah di kompleks Pesantren Zainul Hasan Genggong, Sabtu (17/10) malam. Jenazah Non Beng -panggilannya-, memang dimakamkan selepas isya.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Abuya meninggal, abuya wafat. Mohon doanya semoga husnul khotimah,” tangis Non Hassan Ahsan Malik, putra pertama almarhum dalam penyampaian di videonya yang beredar di media sosial.

Berdasarkan informasi dari Biro Kominfo Pesantren Zainul Hasan Genggong, Non Beng meninggal sekitar pukul 12.20 di kediamannya di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan. Kepergiaannya begitu mengagetkan.

Sebab, selama ini Nong Beng dalam kondisi sehat. Adik almarhum KH Moh. Hasan Abdil Bar itu tidak pernah mengeluh sakit apapun. Bahkan, pada Jumat (16/10) malam, Nong Beng masih mengisi tausiah.

Kemudian Sabtu (17/10), pukul 01.15, Nong Beng berziarah ke makam muassis ponpes  yang berada di area Masjid Jamik Al-Barokah. Lalu pagi harinya, Non Beng melakukan aktivitas seperti biasa di lingkungan pesantren.

Sementara itu, ribuan petakziah membanjiri halaman masjid Al-Barokah menjelang pemakaman, sekitar pukul 19.00. Seluruh sisi masjid penuh sesak dengan peziarah. Gema tahlil pun ramai disuarakan oleh petakziah.

Ia dimakamkan di kompleks pemakaman khusus keluarga pesantren yang berada di sebelah barat Masjid Al-Barokah. Sebelum dimakamkan, almarhum disalati di masjid lebih dulu.

Setelah menyalati jenazah, pengasuh Pesantren Zainul Hasan Gengong, KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan, Non Beng merupakan sosok tauladan. Sifatnya yang rendah hati dan murah senyum patut dijadikan contoh.

“Sosok yang tak ada duanya, tak pernah mengeluh dalam kondisi apapun. Rendah hati dan tidak pernah membandingkan dengan saudara yang lain,” tutur kakak almarhum itu. (ar/hn)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Sopirnya Diduga Ngantuk, Mobil Xenia Tabrak Pohon–Pagar Sekolah

Mobil tiba-tiba mengarah ke kiri, hingga kemudian menabrak dua pohon palm dan mangga. Selanjutnya menabrak pagar sekolah, hingga laju kendaraan seketika itu langsung berhenti.

Debat Publik Perdana Pilwali Pasuruan Usung Tema Kesejahteraan

Dua pasangan calon yang berebut dukungan rakyat Kota Pasuruan berdebat dalam 6 segmen. Total durasi seluruh acara selama 120 menit.

Dua Pohon Tumbang Timpa Motor-Macetkan Jalan di Pasuruan

Pohon tumbang usai diterjang angin kencang.

Salip Kiri, Warga Rembang Tewas Terlindas Truk Gandeng di Rejoso

Korban meregang nyawa saat hendak berangkat kerja.

Dana Kebencanaan Kota Pasuruan Sudah Terserap 70 Persen

Dana kebencanaan yang dimiliki oleh Pemkot Pasuruan tahun ini diyakini mencukupi.