alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Ditendang saat Boncengan Motor di Paiton, Satu Remaja Meninggal

PAITON, Radar Bromo – Rahmad, 16, dan Abdul Wafi, 18, baru saja mengantar mangga ke teman mereka di Paiton, Kamis (15/10) malam. Tak dinyana, dalam perjalanan pulang, mereka ditendang orang tak dikenal. Rahmad pun meninggal.

Peristiwa itu terjadi di jalan Desa Taman, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, sekitar pukul 23.00. Saat itu, kedua korban dalam perjalanan pulang ke Desa Nogosaren, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Mereka berboncengan naik sepeda motor. Rahmad menyetir dan Abdul Wafi dibonceng. “Kami habis mengantarkan mangga ke teman di hotel. Kami berangkat berempat mengantar mangga dan naik dua motor,” ungkap Wafi, panggilan Abdul Wafi.

Dalam perjalanan pulang itu, dua rekan Wafi melaju di depan, berboncengan. Sementara Wafi dan Rahmad berkendara di belakang, juga berboncengan.

Saat melintas di Desa Taman, tiga sepeda motor tiba-tiba melaju di belakang mereka. Dua motor masing-masing dikendarai dua pemuda berboncengan. Sementara satu motor, dikendarai sendirian. Total ada lima pemuda yang naik tiga motor itu.

Tiga motor itu lantas memainkan gas motor dengan keras. “Kami di-bleyer-bleyer. Tapi saya merasa tidak salah, ya saya terus jalan saja,” katanya.

Rupanya, mereka tidak puas dengan hanya membleyer. Ketiga motor itu lantas memepet motor Wafi dan Rahmad. Setelah dekat, salah satu dari mereka menendang motor keduanya.

Akibatnya fatal. Motor mereka roboh dan masuk sungai. Rahmad pun jatuh ke sungai bersama motor yang dikendarai. Sementara Wafi terpental ke pinggir jalan tak sadarkan diri.

“Saya tidak tahu apa-apa. Saya tidak sadarkan diri. Tahunya saya sudah berada di rumah Puskesmas Paiton,” ungkapnya.

Pj Kepala Desa Nogosaren Latif mengatakan, akibat kejadian itu Rahmad tidak tertolong. Tubuhnya jatuh ke sungai dan tertindih motor. “Rahmad meninggal. Dia kehabisan napas di dalam air tertindih motornya,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan Wafi, mereka selama ini tidak punya musuh. Karena itu, Latif berharap pelaku kejahatan itu segera ditangkap. “Kami harap pelaku segera tertangkap. Sebab, anak-anak ini ditendang begitu saja lalu ditinggal,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Paiton AKP Noer Choiri menjelaskan, kejadian itu dilaporkan sebagai kecelakaan lalu lintas. Pihaknya juga telah melaporkan kejadian itu kepada Unit Laka Polres Probolinggo.

“Awalnya petugas piket mendapat laporan kecelakaan lalu lintas dari masyarakat. Setelah itu kami meneruskan kepada Unit Laka,” katanya.

Petugas Polsek Paiton juga mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Di TKP ditemukan motor Honda CB 150 bernopol N 5803 N. Motor itu ditemukan di dasar sungai beserta satu orang korban, yakni Rahmad.

“Kami bersama Unit Laka kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Waluyo Jati. Sedangkan korban selamat dirawat di Puskesmas Paiton,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan korban selamat menurutnya, kedua korban baru mengantar mangga kepada temannya di Hotel Fortune, Desa Sukodadi, Paiton. Setelah itu mereka pulang. Mereka melaju dari arah utara ke selatan.

“Sesampainya di TKP yang kondisi jalan tidak ada PJU dan menikung. Diduga keduanya tersenggol oleh pengendara motor yang tidak dikenal, sehingga oleng ke kiri dan jatuh ke sungai,” katanya. (sid/hn)

PAITON, Radar Bromo – Rahmad, 16, dan Abdul Wafi, 18, baru saja mengantar mangga ke teman mereka di Paiton, Kamis (15/10) malam. Tak dinyana, dalam perjalanan pulang, mereka ditendang orang tak dikenal. Rahmad pun meninggal.

Peristiwa itu terjadi di jalan Desa Taman, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, sekitar pukul 23.00. Saat itu, kedua korban dalam perjalanan pulang ke Desa Nogosaren, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Mereka berboncengan naik sepeda motor. Rahmad menyetir dan Abdul Wafi dibonceng. “Kami habis mengantarkan mangga ke teman di hotel. Kami berangkat berempat mengantar mangga dan naik dua motor,” ungkap Wafi, panggilan Abdul Wafi.

Dalam perjalanan pulang itu, dua rekan Wafi melaju di depan, berboncengan. Sementara Wafi dan Rahmad berkendara di belakang, juga berboncengan.

Saat melintas di Desa Taman, tiga sepeda motor tiba-tiba melaju di belakang mereka. Dua motor masing-masing dikendarai dua pemuda berboncengan. Sementara satu motor, dikendarai sendirian. Total ada lima pemuda yang naik tiga motor itu.

Tiga motor itu lantas memainkan gas motor dengan keras. “Kami di-bleyer-bleyer. Tapi saya merasa tidak salah, ya saya terus jalan saja,” katanya.

Rupanya, mereka tidak puas dengan hanya membleyer. Ketiga motor itu lantas memepet motor Wafi dan Rahmad. Setelah dekat, salah satu dari mereka menendang motor keduanya.

Akibatnya fatal. Motor mereka roboh dan masuk sungai. Rahmad pun jatuh ke sungai bersama motor yang dikendarai. Sementara Wafi terpental ke pinggir jalan tak sadarkan diri.

“Saya tidak tahu apa-apa. Saya tidak sadarkan diri. Tahunya saya sudah berada di rumah Puskesmas Paiton,” ungkapnya.

Pj Kepala Desa Nogosaren Latif mengatakan, akibat kejadian itu Rahmad tidak tertolong. Tubuhnya jatuh ke sungai dan tertindih motor. “Rahmad meninggal. Dia kehabisan napas di dalam air tertindih motornya,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan Wafi, mereka selama ini tidak punya musuh. Karena itu, Latif berharap pelaku kejahatan itu segera ditangkap. “Kami harap pelaku segera tertangkap. Sebab, anak-anak ini ditendang begitu saja lalu ditinggal,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Paiton AKP Noer Choiri menjelaskan, kejadian itu dilaporkan sebagai kecelakaan lalu lintas. Pihaknya juga telah melaporkan kejadian itu kepada Unit Laka Polres Probolinggo.

“Awalnya petugas piket mendapat laporan kecelakaan lalu lintas dari masyarakat. Setelah itu kami meneruskan kepada Unit Laka,” katanya.

Petugas Polsek Paiton juga mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Di TKP ditemukan motor Honda CB 150 bernopol N 5803 N. Motor itu ditemukan di dasar sungai beserta satu orang korban, yakni Rahmad.

“Kami bersama Unit Laka kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Waluyo Jati. Sedangkan korban selamat dirawat di Puskesmas Paiton,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan korban selamat menurutnya, kedua korban baru mengantar mangga kepada temannya di Hotel Fortune, Desa Sukodadi, Paiton. Setelah itu mereka pulang. Mereka melaju dari arah utara ke selatan.

“Sesampainya di TKP yang kondisi jalan tidak ada PJU dan menikung. Diduga keduanya tersenggol oleh pengendara motor yang tidak dikenal, sehingga oleng ke kiri dan jatuh ke sungai,” katanya. (sid/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/