Ponco Suro Minta Maaf, Bakorpakem Urung Tempuh Proses Hukum

KRAKSAAN – Rahmat Hidayatullah alias Ormat, warga Desa Pohsanget Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, resmi meminta maaf atas postingan di akun Facebook Ponco Suro. Permintaan maaf itu dilakukan secara tertulis di hadapan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) setempat.

BANYAK PIHAK: Pertemuan di ruang rapat Kejari Kabupaten Probolinggo yang diiikuti MUI, Kejaksaan, TNI dan Polisi dan Rahmat Hidayatullah. Dalam kesempatan itu pula, Rahmat Hidayatullah yang merupakan pemilik akun Ponco Suro, meminta maaf dan membuat pernyataan tertulis. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Atas permintaan maaf tersebut, maka Bakorpakem juga tak melanjutkan proses hukum. Ormat dianggap telah mengakui kesalahannya. Sehingga tak perlu sampai ke proses hukum.

“Saya secara tulus meminta maaf kepada MUI dan masyarakat Probolinggo atas postingan saya yang meresahkan,” ujarnya saat membacakan permintaan maaf di kantor Kejari Kabupaten Probolinggo kemarin.

Menurutnya, pihaknya sangat menyesal atas apa yang terjadi. Ormat berjanji bahwa ia tidak akan lagi membuat postingan yang bisa membuat resah masyarakat. Ia pun bersiap menerima sanksi hukum jika mengulangi perbuatan meresahkan masyarakat.

“Itu terjadi atas ego saya saja. Dan saya berjanji saya tidak akan mengulangi. Saya siap menerima sanksi jika memang mengulangi,” ungkapnya.

Dalam perjanjian dan permintaan maaf yang ditandatangani oleh Ormat dan disaksikan MUI, Kejaksaan, Kepolisian, TNI, FKUB, Bakesbangpol, serta juga Kemenag itu berisi empat poin. Yaitu satu permintaan maaf; kedua Ormat mengaku tidak berniat merubah aqidah serta syariat islam, ketiga tidak akan mengulangi perbuatannya lagi, keempat bersedia mengikuti arahan MUI serta yang terakhir yakni bersedia diproses hukum jika mengulangi kembali.

H Yasin, Sekretaris MUI setempat mengatakan, pihaknya siap diajak diskusi dan membimbing ketika Ormat. Ini agar ia tidak lagi mengunggah hal-hal yang membuat masyarakat resah.

“Atas kejadian ini, kami mengimbau masyarakat untuk berhati hati menggunakan media sosial. Karena semua pihak menyaksikan. Dan kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak mudah memberikan statemen yang membuat keresahan,” ungkapnya.

Sementara itu, meski Rahmat Hidayatullah alias Ormat sudah melakukan permintaan maaf, bukan berarti tugas Bakorpakem selesai. Setelah permintaan maaf tersebut, Ormat tetap akan mendapat pengawasan. Ini agar dia tidak kembali melakukan tindakan yang dianggap bisa meresahkan lagi.

Hal itu diungkapkan Agus Budiyanto, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo mewakili Nadda Lubis Ketua Bakorpakem. Dia menjelaskan, dengan adanya permintaan maaf itu, Bakorpakem memang tidak akan membawa permasalahan itu ke pihak berwajib. Namun, dengan catatan pihaknya akan terus mengawasi.

“Akan kami awasi terus. Untuk sekarang permasalahan sudah selesai dan tidak ada proses hukum, ” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rahmad Hidayatullah alias Ormat, kerap menulis sejumlah status kontroversial di media social lewat akun bernama Ponco Suro. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai, unggahan Ormat menyimpang dan direkomendasikan Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) untuk dilaporkan polisi.

Ormat sempat membantah mempunyai padepokan. Warga Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, menyebut nama kelompok pengajiannya berasal dari prasasti sejarah di Trowulan, Mojokerto. (sid/fun)