Investasi di Kab Pasuruan Ditargetkan Rp 9,5 Triliun Tahun Ini

BANGIL, Radar Bromo – Realisasi investasi di Kabupaten Pasuruan yang mencapai 200 persen pada 2019, tidak membuat Pemkab Pasuruan puas. Tahun ini Pemkab kembali menaikkan target investasi.

Tahun 2019, Pemkab menetapkan target investasi sebesar Rp 9 triliun. Tahun 2020, target investasi ditetapkan Rp 9,5 triliun. Naik Rp 0,5 triliun dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun ini target investasi ditetapkan sebesar Rp 9,5 triliun. Target ini disesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pasuruan,” terang Eddy Suprianto, kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Pasuruan.

Eddy mengatakan, investasi di Kabupaten Pasuruan bakal tetap menjadi primadona. Ini, terlihat di tahun 2019. Realisasinya bahkan mencapai Rp 18,9 triliun dari target yang ditetapkan Rp 9 triliun atau terealisasi lebih dari 200 persen.

Memang, Upah Minimum Regional (UMR) terus naik setiap tahunnya. Namun, lokasi Kabupaten Pasuruan yang strategis diprediksi tetap menjadi magnet bagi investor.

Apalagi, Kabupaten Pasuruan kaya akan Sumber Daya Alam. Di antaranya, air yang melimpah, gas, dan jalan tol. Termasuk ketersediaan tenaga kerja.

“Dengan jalan tol yang sudah sampai Probolinggo dan tol ke arah Malang, itu menjadi magnet baru. Lokasi yang strategis yang termasuk segitiga emas antara Surabaya dan Malang membuat kami optimistis target investasi tahun ini tetap bisa terlampaui,” terangnya.

Memang, diakuinya, saat ini banyak investor yang masih wait and see menunggu Perda RTRW disahkan. Jika Perda RTRW segera didok, maka investasi dipastikan makin tinggi.

“Karena saat ini cukup banyak investor yang masih wait and see. Namun, tak sedikit yang sudah melirik bahkan survei lokasi. Hal ini membuat kami optimistis tahun 2020 realisasi investasi tetap akan tinggi,” pungkasnya. (eka/hn/fun)