alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Korban Perkosaan Tak Terima Ajakan Nikah Salah Satu Pelaku, Ini Alasannya

KRAKSAAN-Langkah berani diambil Melati, 15 (nama samaran) dan keluarganya. Korban perkosaan yang kini hamil 6 bulan. Meski salah seorang dari kelima pelaku pemerkosaan pada dirinya berniat menikahi, namun korban dan keluarganya menolak.

Salah satu keluarga korban mengaku, pihak korban dan keluarga meminta kasus pemerkosaan itu diproses hukum sampai tuntas. Lantaran itu, pihak keluarga menolak ajakan salah satu pelaku yang bersedia menikahinya.

”Kalau sudah begini yang kasihan perempuannya. Sekarang hamil 6 bulan. Sekolah berhenti dan bagaimana nasib ke depannya?” kata salah satu kerabat korban yang enggan dikorankan namanya.

Keluarga korban menilai, para pelaku sudah sepantasnya merasakan hukuman di penjara. Karena yang mereka lakukan, merampas kebahagiaan korban.

Betapa tidak, korban harus keluar dari sekolah karena malu. Padahal, ia duduk di kelas III SMP dan tahun depan seharusnya menjalani ujian untuk masuk ke jenjang SMA.

Karena itulah, keluarga korban enggan memaafkan dosa-dosa pelaku. Saat ini korban mengalami trauma. Hingga akhirnya ia memutuskan berhenti sekolah karena beranggapan tidak ada sekolah yang mau menerima siswa dalam kondisi hamil.

Saya tidak cerita dari awal karena takut. Pas tahu saya lama telat datang bulan baru cerita ke kakak saya,” kata korban Melati saat ditemui di Mapolres Probolinggo.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto membenarkan, dari empat pelaku yang ditangkap, salah satu pelaku sesaat setelah ditangkap, memang ada yang siap menikahi korban. Namun, korban dan keluarganya tidak bersedia menerima.

Dari situ, dipastikan proses hukum pada para pelaku terus berlanjut. ”Kami juga sekarang tengah memburu pelaku yang masih buron. Karena DPO itu yang menjadi otak pelaku kasus pemerkosaan ini,” terang perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu. (mas/mie)

KRAKSAAN-Langkah berani diambil Melati, 15 (nama samaran) dan keluarganya. Korban perkosaan yang kini hamil 6 bulan. Meski salah seorang dari kelima pelaku pemerkosaan pada dirinya berniat menikahi, namun korban dan keluarganya menolak.

Salah satu keluarga korban mengaku, pihak korban dan keluarga meminta kasus pemerkosaan itu diproses hukum sampai tuntas. Lantaran itu, pihak keluarga menolak ajakan salah satu pelaku yang bersedia menikahinya.

”Kalau sudah begini yang kasihan perempuannya. Sekarang hamil 6 bulan. Sekolah berhenti dan bagaimana nasib ke depannya?” kata salah satu kerabat korban yang enggan dikorankan namanya.

Keluarga korban menilai, para pelaku sudah sepantasnya merasakan hukuman di penjara. Karena yang mereka lakukan, merampas kebahagiaan korban.

Betapa tidak, korban harus keluar dari sekolah karena malu. Padahal, ia duduk di kelas III SMP dan tahun depan seharusnya menjalani ujian untuk masuk ke jenjang SMA.

Karena itulah, keluarga korban enggan memaafkan dosa-dosa pelaku. Saat ini korban mengalami trauma. Hingga akhirnya ia memutuskan berhenti sekolah karena beranggapan tidak ada sekolah yang mau menerima siswa dalam kondisi hamil.

Saya tidak cerita dari awal karena takut. Pas tahu saya lama telat datang bulan baru cerita ke kakak saya,” kata korban Melati saat ditemui di Mapolres Probolinggo.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto membenarkan, dari empat pelaku yang ditangkap, salah satu pelaku sesaat setelah ditangkap, memang ada yang siap menikahi korban. Namun, korban dan keluarganya tidak bersedia menerima.

Dari situ, dipastikan proses hukum pada para pelaku terus berlanjut. ”Kami juga sekarang tengah memburu pelaku yang masih buron. Karena DPO itu yang menjadi otak pelaku kasus pemerkosaan ini,” terang perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu. (mas/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/