Dipicu Suara Motor, Bacok Tetangga; Melerai, Anggota TNI Kena Sabet

LUKA BACOKAN: Pelda Sugiman saat dirawat di IGD RSUD dr Moh Saleh. Ia alami luka bacok dan harus jalani 16 jahitan saat melerai tetangga yang terlibat bacokan. Inset pelaku Hannan yang alami luka-luka usai dihajar warga yang geram. (Istimewa)

Related Post

KADEMANGAN, Radar Bromo-Dipicu suara motor, warga Jalan Tambora, Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, membacok tetanggannya membabi buta, Selasa (15/9) malam. Akibat bacokan yang berujung amuk massa itu, tiga orang terluka dan harus menjalani tindakan medis.

Kapolsek Kademangan AKP Sumardjo mengatakan, aksi bacokan itu dipicu suara sepeda motor yang dikendarai seorang remaja bernisial Ak, 17.

Dia merupakan putra Suharsono, 49, warga RT 1/ RW 1, Kelurahan Kademangan. Sekitar pukul 21.15, Ak yang hendak pulang melewati depan rumah tetangganya, Hannan.

Hannan yang diduga terganggu dengan suara knalpot sepeda motor Ak, melemparkan botol kemasan air mineral kepada Ak. Meski tak mengenainya, Ak berhenti.

Hannan pun mendekatinya. Karenanya, mereka cekcok dan sempat saling dorong. “Pada saat cekcok dan saling dorong itu, ayah Ak yang mendengar keributan keluar rumah dan mendekatinya. Rumahnya berdekatan, karena memang mereka bertetangga dan masih satu RT,” ujar Sumardjo.

Mendapati itu, Hannan pulang mengambil celurit. Hannan lantas membabi buta membacok sejumlah orang yang saat itu berada di lokasi kejadian. Termasuk, anggota Kodim 0820 Pelda Sugiman.

Nahas, banyak orang yang terkena sabetan celurit Hannan. Di antaranya, Suharsono dan Pelda Sugiman. “Suharsono mengalami luka bacok di tangan kiri. Pak Sugiman, juga terkena bacok di tangan kanannya. Satu lagi, Nanang Kosim, 38, warga sekitar yang berusaha melerai terkena sabitan di dada. Beruntung tidak sampai terluka. Sabetan itu hanya mengenai bajunya hingga sobek,” jelas Sumardjo.

Aksi Hannan membuat banyak warga geram. Karenanya, mereka beramai-ramai memukulinya hingga babak belur. “Korban Suharsono dilarikan ke Puskesmas Ketapang. Pak Sugiman dilarikan ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh. Begitu juga Hannan. Ia dilarikan ke IGD akibat babak belur dimasa warga sekitar,” jelasnya.

Anggota Polsek Kademangan langsung mendatangi lokasi. Termasuk mengamankan sebilah celurit, botol, dan sandal sebagai barang bukti.

Sampai Selasa malam (16/9), para pihak yang terkait dalam perkara ini masih diperiksa. Karenanya, belum diketahui siapa yang pantas ditetapkan sebagai tersangka. Apalagi, kedua belah pihak sama-sama berencana melaporkan kejadian ini ke kepolisian.

Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo membenarkan salah satu anggotanya juga kena bacok. Pelda Sugiman harus mendapatkan 16 jahitan. Sampai kemarin, dia masih menjalani perawatan di RSUD dr. Mohamad Saleh.

“Pelda Sugiman ini masuk masa pensiun tanggal 30 September 2020. Dengan memasuki masa MPP, maka boleh tidak berkantor selama setahun dan boleh juga berada di kantor. Namun, haknya mendapatkan gaji, tetap diberikan. Pelda Sugiman ini mulai Septemebr tahun lalu sudah tidak di kantor, tetapi tetap terhitung anggota aktif sampai 30 September besok,” jelasnya. (rpd/rud)