alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Thursday, 3 December 2020

Periksa 6 Saksi, Motif Pembunuhan Siswa SMKN 1 Grati Masih Misteri

PASURUAN – Satreskrim Polres Pasuruan Kota hingga Sabtu (15/9) masih melakukan penyelidikan atas tewasnya Mahfud Budi Setiawan, 17, pelajar asal Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Sejauh ini, sudah ada 6 saksi yang diperiksa penyidik. Mulai dari keluarga dan warga di sekitar lokasi kejadian.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso mengatakan, pemeriksaan pada saksi-saksi tersebut belum mengarah pada pelaku. Termasuk motif dibalik pembunuhan yang menimpa siswa SMK Negeri 1 Grati tersebut.

“Saat ini masih kami dalami keterangan dari para saksi. Juga segala informasi yang ditemukan, bila memang berpotensi untuk dijadikan bahan penyelidikan, akan kami himpun,” terang eks Kapolsek Purwodadi ini.

Hanya saja, Slamet –sapaan akrabnya– belum menyimpulkan lebih jauh terkait dengan motif pembunuhan yang menimpa korban. Pasalnya, dari keterangan keluarga korban ada barang milik korban yang hilang. Di antaranya yakni motor Yamaha Vixion dan ponsel merek Oppo.

“Dugaan sementara, korban dibunuh di lapangan itu dan pelaku jelas mengambil barang korban. Karena barang milik korban memang hilang. Nah, unsur memilikinya ini juga masih didalami. Apakah itu hanya ingin menghilangkan jejak atau ada unsur lain,” papar Slamet.

Ia berharap kasus itu dapat segera terungkap. “Keterangan yang disampaikan para saksi akan kami susun sebagai kesatuan informasi untuk memburu pelakunya,” katanya. Salah satunya keterangan saksi yang menyebut bahwa malam hari sebelum ditemukannya korban, ada beberapa motor yang terlihat di lapangan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, jasad Mahfud Budi Setiawan ditemukan oleh salah satu warga yang hendak merumput di Lapangan Sumurwaru, Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jumat (14/9) pagi. Korban tewas bersimbah darah dalam kondisi telentang.

Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka akibat benturan benda tumpul dan benda tajam. Ia mendapat luka di kepala bagian kanan, luka robek pada kepala bagian belakang, dan luka memar di wajah. (tom/rf)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

PNS Pemkab Pasuruan Kendat, Pernah Ajak Istri Minum Baygon

Peristiwa nahas ini diketahui pertama kali oleh istri korban sekitar pukul 07.30.

Diduga Ngantuk, Pasutri Tabrak Truk Parkir di Kraton, Suami Tewas

Siang itu pasutri itu dari Polres Pasuruan untuk mengurus SKCK dan berencana pulang

Kemenhub Minta Tambah Penguji di Balai Uji Kir Kraksaan

Balai Uji Kir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, mendapatkan catatan dari tim akreditasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Ratusan Petani di Kota Probolinggo Terancam Tak Dapat Pupuk Subsidi

Sebab, mereka tidak terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

KONI Kab Pasuruan Digerojok Rp 5,4 M

Prestasi dunia olahraga di Kabupaten Pasuruan harus lebih baik tahun depan.