Ditanya Polisi, Pencuri Laptop Bidan Ini Menangis, Alasannya..

BANGIL–Ch, 28, warga Dusun Pekangkungan, Desa/Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, tak kuasa menahan tangisnya. Ia menangis tersedu-sedu, ketika diperiksa petugas atas apa yang dilakukannya.

Lelaki yang berprofesi sebagai sopir travel ini ditangkap petugas akibat ulahnya mencuri laptop dan handphone. Tersangka Ch, mengaku benar-benar khilaf dengan apa yang dilakukannya.

Sambil menangis tersedu-sedu, ia mengaku terpaksa melakukan pencurian tersebut, lantaran kepepet untuk membayar kedua anaknya. Mereka masih TK dan SD untuk biaya sekolah. Selengkapnya, lihat videonya disini. 

Aksi itu muncul ketika dirinya tengah berangkat nyetrum. “Begitu melihat rumah korban sepi, saya tergoda untuk melakukan aksi pencurian itu. Saya benar-benar kepepet waktu itu,” beber Ch kepada petugas.

Laptop itu kemudian dijualnya kepada Lkm, 33, warga Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo seharga Rp 2,5 juta.

Sementara Lkm, kembali melempar kedua barang tersebut, ke AM, 30, warga Kanigaran, Kota Probolinggo senilai Rp 2,7 juta.

Gara-gara itulah, ketiganya ditangkap polisi. Mereka diamankan Rabu (15/8) sekitar pukul 03.00 di rumahnya masing-masing.

Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Budi Santoso menguraikan, ketiganya ditangkap setelah terlibat aksi pencurian dan penadahan barang curian. Aksi pencurian itu berlangsung Rabu, 25 Juli 2018.

Korbannya, menimpa Lina Anjar Wati, 47, warga Kranggang, Desa/ Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Ia merupakan seorang bidan.

Kini, Ch hanya bisa menyesali perbuatannya. Karena perbuatannya itu, ia terancam hukuman 7 tahun penjara. Lantaran dianggap melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian.

Sementara kedua rekannya yang menjadi penadah, terancam hukuman empat tahun penjara. Ia dianggap melanggar pasal 480 KUHP tentang penadahan barang curian. (one/mie)