Rekaman CCTV Alfamart Gambiran yang Dirampok Tak Banyak Membantu

PRIGEN, Radar Bromo – Perampokan toko waralaba di Dusun Jagil, Desa Gambiran, Kecamatan Prigen yang terjadi Jumat malam (11/9), kini menjadi pekerjaan rumah (PR) polisi. Kasusnya masih ditangani dan dalam lidik unit reskrim Polsek Prigen.

“Kasus perampokan Alfamart tetap menjadi atensi kami. Di lapangan saat ini masih dalam proses lidik dan untuk pelakunya belum terungkap atau masih nihil,” kata Kapolsek Prigen AKP Marwan Ishery Purnomo saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo Senin (14/9).

Kapolsek menuturkan, pihaknya sudah memeriksa tiga orang saksi, sesaat setelah kejadian perampokan berlangsung. Tim reskrim kini juga mendalami rekaman CCTV toko.

Di TKP, CCTV ini ada enam unit. Masing-masing satu di teras toko dan ruang gudang yang menghadap brankas. Empat sisanya terpasang di dalam toko.

Dalam rekaman CCTV yang ada, aksi perampokan sejatinya memang terekam. Sayangnya, wajah pelaku tidak terlihat jelas, karena keduanya memakai masker dan penutup rambut terbuat dari kain.

Bahkan para pelaku saat masuk dan keluar dari pintu depan toko, juga terekam CCTV. Tapi saat masuk hingga keluar, kedua pelaku tak melepas penutup wajah. Dan saat saat pelaku kabur, tidak terekam CCTV. Sebab kendaraannya terparkir di sebelah selatan toko. Sehingga tak terjangkau CCTV di teras toko, yang hanya mampu merekam menghadap pintu saja.

“Jadi datang dan kaburnya pelaku naik kendaraan jenis apa, sama sekali luput dari pantauan CCTV toko. Sehingga belum bisa pastikan jenis kendaraan digunakan untuk merampok beserta nopolnya. Juga kemungkinan ada pelaku lain selain dua orang tersebut,” katanya.

Di luar itu, unit reskrim polsek setempat juga melakukan penelusuran ke tempat pengobatan seperti di Puskesmas Prigen. Juga beberapa tempat praktik bidan yang ada di wilayah Prigen. Sejauh ini, di lapangan belum didapati orang berobat dengan luka robek di tangan akibat sabetan benda tajam.

Penelusuran ini dilakukan karena salah seorang pelaku, sempat luka robek di tangan kanan. Ini terjadi karena pelaku sempat duel dengan pegawai toko atau saksi yang ada di ruang gudang.

“Penelusuran dilakukan ke puskesmas dan praktik bidan serta tempat berobat lainnya di wilayah Prigen. Tapi masih nihil,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat (11/9) malam lalu Alfamart di wilayah Gambiran, Prigen dirampok. Para pelaku yang jumlahnya ada dua, berhasil membawa kabur duit Rp 64,5 juta, usai mengancam dua karyawan yang sedang berjaga di toko. Uang itu diambil dari brankas, dan merupakan hasil penjualan selama dua hari. (zal/fun)