Bacokan di Bantaran Ada Motif Asmara, Korban-Istri Pelaku Selingkuh

BANTARAN, Radar Bromo – Kasus penganiayaan berat (baca: pembacokan) yang menimpa Sayid, 30, akhirnya terungkap. Polsek Bantaran membekuk pelaku pembacokan Minggu malam (13/9). Pelaku adalah Ecus Wandianto, 26, warga Dusun Kedung Jamban, Desa Kedungrejo, Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga berhasil mengungkap motif pelaku membacok korban Sayid. Diduga kuat, istri pelaku Ecus, ada main serong dengan korban Sayid, tak lain teman dekat pelaku Ecus.

Kapolsek Bantaran, Iptu Jamhari saat dikonfirmasi mengatakan, sekitar pukul 23.30, Minggu malam (13/9), pihaknya berhasil mengamankan pelaku Ecus. Dia diamankan di rumah asalnya, di Desa Kedungrejo, Kecamatan Bantaran. Dari hasil penyelidikan dan olah TKP, pelaku anirat itu mengarah pada pelaku Ecus.

”Kami sempat kesulitan memburu keberadaan pelaku penganiayaan ini. Karena handphone pelaku sudah dimatikan dan ditelusuri. Saat itu keberadaan terakhir ada di wilayah Leces. Setelah kami cek, pelaku ditemukan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (14/9).

Kapolsek menjelaskan, kasus anirat tersebut diduga kuat karena asmara. Istri pelaku Ecus, diduga ada main serong dengan Sayid, korban pembacokan. Itu bermula hubungan kerjasama pekerja antara korban Sayid dengan pelaku Ecus.

Sayid menjadi sopir mobil pikap milik pelaku Ecus sejak setahun lalu. Nah, karena hubungan kerja itu, kedua pihak pun sudah dekat seperti halnya keluarga.

Namun, diduga kuat sekitar sebulan lamanya, Sayid ada main hati dengan istri pelaku. Bahkan, sering berkomunikasi via media sosial (medsos).

Kecurigaan itu terungkap saat pelaku Ecus menanyakan dan mendesak pada istrinya untuk mengakui. Hingga akhirnya, istri pelaku mengakui sering komunikasi dengan Sayid tanpa sepengetahuan pelaku Ecus.

”Kebetulan Minggu (13/9) sore, korban (Sayid, Red) main ke rumah Ecus. Keduanya pun saling obrol dan ngopi di belakang rumahnya. Kemudian pelaku menanyakan pada korban, soal hubungan dengan istrinya. Saat itu, pelaku langsung emosi dan mengambil celurit di kandangnya. Kemudian menganiaya korban di lahan pekarangan belakang rumah pelaku,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, Sayid, 30, warga Desa Kedungrejo Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo, harus dilarikan ke RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo. Pria seharinya sopir dan buruh tani itu ditemukan tergeletak dengan luka bacok, pada tangan dan kepalanya. Saat itu juga, korban dilarikan ke Puskesmas Bantaran. Namun, karena lukanya parah korban dirujuk ke RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo. (mas/fun)