alexametrics
25 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Pemuda Carat di Gempol Ini Hamili Pacarnya, Tapi Enggan Tanggung Jawab

BANGIL–Terbuai asmara itu memang indah. Apalagi kalau sampai berada di vila, bisa-bisa menggelapkan mata.
Hubungan baik yang semula pacaran, bisa berujung pertengkaran. Ujung-ujungnya, masuk penjara. Gara-gara tidak mau mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan.

Seperti yang dirasakan oleh Muchamad Irsa Dianto, 18, warga Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Ia harus mendekam di penjara, setelah menghamili pacarnya, yang masih berusia 16 tahun. Parahnya, ia tak mau mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan.

Kisah kasih berujung penjara yang melanda Ogin-sapaan Muchammad Irsa Dianto tersebut, berawal dari perkenalannya dengan Bunga, 16, warga Gempol, Kabupaten Pasuruan. Perkenalan tersebut berujung pacaran, setelah keduanya saling bertukar pesan WA.

Hingga kemudian, tersangka mengajak korban untuk jalan-jalan. Tersangka mengajak korban ke sebuah vila di wilayah Prigen. “Kejadiannya berlangsung November 2017 . Tersangka mengajak korban jalan, ke wilayah Prigen,” jelas Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Budi Santoso.

Ajakan itu disanggupi korban. Mendapat sinyal, tersangka kemudian menjemput korban di gang rumah korban. Dari sanalah, mereka kemudian menuju Prigen untuk kemudian menyewa sebuah vila.

Aksi tersebut, tidak hanya dilakukan sekali. Karena, beberapa kali, tersangka melancarkan aksi serupa. Perbuatan itu dilakukannya, hingga Januari 2018.

Rupanya, keasikan menggagahi korban, membuatnya lupa daratan. Gara-gara tak memakai kondom, korban pun menjadi hamil. Kehamilan itu, diketahui orang tua korban.

Berangkat dari situlah, pihak keluarga tidak terima. Selanjutnya, memilih untuk melaporkan tersangka ke polisi. Dari laporan itulah, tersangka kemudian diringkus. “Kami menangkap tersangka di rumahnya, Selasa, 14 Agustus 2018 sekitar pukul 15.00,” sambungnya.

Kepada awak media, tersangka yang bekerja sebagai pedagang ayam ini mengaku, enggan untuk bertanggung jawab karena memiliki alasan. Ia mengklaim, bukan hanya dirinya yang “urunan” untuk menghamili korban.

Korban disebut-sebutnya, telah memiliki pacar sebelum dirinya. Bahkan, ia menuduh kalau pacar-pacar korban, sudah menggaulinya. “Saya pacarnya yang terakhir. Saya tidak mau bertanggung jawab, karena bukan hanya saya yang melakukan kepadanya,” tukas dia.

Karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 81 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya bisa diatas 5 tahun penjara. (one/fun)

BANGIL–Terbuai asmara itu memang indah. Apalagi kalau sampai berada di vila, bisa-bisa menggelapkan mata.
Hubungan baik yang semula pacaran, bisa berujung pertengkaran. Ujung-ujungnya, masuk penjara. Gara-gara tidak mau mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan.

Seperti yang dirasakan oleh Muchamad Irsa Dianto, 18, warga Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Ia harus mendekam di penjara, setelah menghamili pacarnya, yang masih berusia 16 tahun. Parahnya, ia tak mau mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan.

Kisah kasih berujung penjara yang melanda Ogin-sapaan Muchammad Irsa Dianto tersebut, berawal dari perkenalannya dengan Bunga, 16, warga Gempol, Kabupaten Pasuruan. Perkenalan tersebut berujung pacaran, setelah keduanya saling bertukar pesan WA.

Hingga kemudian, tersangka mengajak korban untuk jalan-jalan. Tersangka mengajak korban ke sebuah vila di wilayah Prigen. “Kejadiannya berlangsung November 2017 . Tersangka mengajak korban jalan, ke wilayah Prigen,” jelas Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Budi Santoso.

Ajakan itu disanggupi korban. Mendapat sinyal, tersangka kemudian menjemput korban di gang rumah korban. Dari sanalah, mereka kemudian menuju Prigen untuk kemudian menyewa sebuah vila.

Aksi tersebut, tidak hanya dilakukan sekali. Karena, beberapa kali, tersangka melancarkan aksi serupa. Perbuatan itu dilakukannya, hingga Januari 2018.

Rupanya, keasikan menggagahi korban, membuatnya lupa daratan. Gara-gara tak memakai kondom, korban pun menjadi hamil. Kehamilan itu, diketahui orang tua korban.

Berangkat dari situlah, pihak keluarga tidak terima. Selanjutnya, memilih untuk melaporkan tersangka ke polisi. Dari laporan itulah, tersangka kemudian diringkus. “Kami menangkap tersangka di rumahnya, Selasa, 14 Agustus 2018 sekitar pukul 15.00,” sambungnya.

Kepada awak media, tersangka yang bekerja sebagai pedagang ayam ini mengaku, enggan untuk bertanggung jawab karena memiliki alasan. Ia mengklaim, bukan hanya dirinya yang “urunan” untuk menghamili korban.

Korban disebut-sebutnya, telah memiliki pacar sebelum dirinya. Bahkan, ia menuduh kalau pacar-pacar korban, sudah menggaulinya. “Saya pacarnya yang terakhir. Saya tidak mau bertanggung jawab, karena bukan hanya saya yang melakukan kepadanya,” tukas dia.

Karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 81 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya bisa diatas 5 tahun penjara. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/