Disidang, Dimas Kanjeng Pakai Jam Tangan Rado dan Cincin Ngejreng

SURABAYA-Dimas Kanjeng Taat Pribadi kembali menjalani sidang terkait kasus penipuan yang melilitnya, Rabu (16/8) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Ia tampil berbeda dengan terdakwa kebanyakan.

Bila terdakwa lainnya pakai rompi tahanan, Dimas Kanjeng tampil cukup modis. Rambutnya disisir klimis. Dengan gaya rambut gondrong belakang. Dimas Kanjeng pun datang dengan mengenakan baju batik warna hijau dengan motif gambar burung dan bunga warna kuning berpadu putih.

NGEJRENG: Cincin dan jam tangan merek Rado yang dikenakan Dimas Kanjeng saat menghadiri sidang kasus penggandaan uang, di PN Surabaya, Rabu (15/8). (Foto: Galih Cokro/ Jawa Pos)

Yang terlihat mencolok, Dimas Kanjeng juga mengenakan cincin dan jam tangan dengan warna senada. Yakni warna keemasan. Cincin warna emas itu terlihat di jari tangan kanan dan kirinya. Sementara jam tangan warna emas merek Rado melingkar di pergelangan tangan kirinya.

Dari situs pencarian google, harga jam tangan keluaran Lengnau, Swiss itu di kisaran belasan hingga puluhan juta. Belum jelas seri yang dipakai Dimas Kanjeng itu. “Kalau ori (orisinal), harga jam warna gold itu di atas Rp 10 juta,” ujar Iena, salah satu penjual jam tangan online bermerek, di Kota Probolinggo.

Sidang Rabu itu merupakan sidang lanjutan kasus dugaan penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Ia didakwa telah menipu Muhammad Ali, pemilik pondok pesantren di Pekalongan senilai Rp 60 miliar.

Ali pada 2014 lalu tertarik bekerjasama dengan Taat untuk membangun pondok pesantren, rumah sakit dan pantai asuhan. Namun, setelah menyetor uang Rp 35 miliar, bangunan yang dimaksud tidak kunjung dibangun. Taat juga menjanjikan bisa menggandakan uang investasi itu, tetapi janji itu tidak terbukti menjadi kenyataan.

Meski demikian, Taat telah mengembalikan dana itu senilai Rp 3,5 miliar. Dengan demikian, kerugian Ali berkurang menjadi Rp 31,5 miliar. Korban juga diberikan keris berbentuk tongkat warna kuning emas oleh terdakwa.

Taat didakwa dengan Pasal 378 tentang penipuan dan Pasal 372 tentang penggelapan. (gas/JPK/mie)