Saluran Pateguhan Tercemar Limbah Busa usai Drum Sabun Gudang Penggilingan Plastik Bocor

BERBUSA: Busa yang memenuhi saluran primer Pateguhan di Dusun Pateguhan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan. Busa berasal dari drum sabun yang bocor milik gudang penggilingan plastik di Dusun Kedondong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANDAAN, Radar Bromo – Saluran primer Pateguhan di Dusun Pateguhan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, tiba-tiba dipenuhi busa. Busa terlihat di saluran itu sejak pukul 06.00, Jumat (14/2).

Warga sekitar pun langsung kaget. Sebab, busa memenuhi saluran Pateguhan. Bahkan, hingga mengalir sejauh kurang lebih 1 kilometer. Dari kejauhan, busa itu terlihat seperti awan yang berkilau.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo saat ke lapangan, limbah busa mencemari saluran primer hingga radius sekitar satu kilometer. Tepatnya mulai dari Dusun Kedondong, Desa Sumbergedang dan Dusun Pateguhan, Desa Tawangrejo hingga perbatasan Dusun Besongol, Desa Sumberejo.

“Kami dan warga sekitar baru tahu saluran primer tercemar pada pagi hari. Saat itu semua saluran tertutup busa, dan sempat tak percaya. Karena airnya seperti tertutup awan,” ucap Kasun Pateguhan Sodikin.

KAGET: Warga berkumpul melihat busa yang memenuhi saluran primen di Dusun Pateguhan, Desa Tawangrejo, Purwosari. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Mengetahui hal tersebut, Sodikin beserta anggota BPD dan beberapa warga langsung menelusuri asal limbah busa tersebut. Dari penelusuran itu diketahui limbah busa berasal dari gudang penggilingan plastik, milik Koperasi Al Falah Sidiqiah di Dusun Kedondong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan.

Sementara itu, warga di Dusun Pateguhan selama sehari kemarin memilih tidak memanfaatkan saluran Pateguhan. Biasanya, warga sekitar banyak yang mandi atau mencuci pakaian di tempat itu. Namun, keberadaan limbah busa itu membuat warga akhirnya tidak memanfaatkan saluran tersebut.

Meski berbusa, air tidak berbau. Ikan yang hidup di saluran itu, berdasarkan pengamatan secara kasat mata, juga masih hidup. Meski demikian, kejadian itu membuat warga setempat kaget.

“Kejadian seperti ini baru pertama kali, sehingga membuat kaget warga. Ternyata busa itu berasal dari gudang penggilingan plastik yang lokasinya ada di desa tetangga. Menurut pegawainya, busa berasal dari sabun yang tumpah dari drum dan mengalir ke saluran ini,” katanya.

Sementara itu, pihak gudang penggilingan plastik Koperasi Al Falah Sidiqiah membenarkan kejadian itu. Ketua Koperasi Royan menegaskan, tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa itu.

“Tidak ada unsur kesengajaan sama sekali dari pihak kami. Sabun dalam drum bocor karena drum berkarat. Akhirnya sabun mengalir ke saluran primer tersebut,” bebernya. (zal/hn/fun)