Ada 3 Bangunan yang Selain Pabrik Kerupuk, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

BANTU SELAMATKAN: Petugas kepolisian mendorong mobil yang dekat dengan lokasi kebakaran di Jalan Hasanuddin, Kamis (13/9) malam. Ini agar mobil tak ikut terbakar. (M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Kamis (13/9) malam tak hanya melalap pabrik kerupuk. Ada 3 bangunan lain yakni gudang minyak goreng, dan dua rumah warga yang ludes dilalap si jago merah. Akibat peristiwa itu, kerugian ditaksir miliaran rupiah.

Dugaan awal, api bersumber dari sisi timur. Tepatnya dari lokasi tumpukan sampah yang berada di dalam gerbang area pabrik milik Sugiharto, 67, warga Jalan Belitung tersebut. Bahkan, sebuah mobil boks yang terpakir di sisi selatan lokasi tumpukan sampah itu turut terbakar. Kondisinya hangus dan ringsek.

Dalam waktu sekejap, api terus menjalar hingga membakar bangunan pabrik yang memanjang ke sisi belakang. Dinding bangunan pabrik secara perlahan terkoyak. Sedangkan atap bangunan yang berbahan seng dan genting pun runtuh. Menyusul reruntuhan kayu penyanggah atap yang habis dimakan api.

“Tadi (Kamis malam) warga masih banyak yang di musala. Kebetulan ada acara yasinan. Begitu mendengar ledakan, banyak yang keluar. Ternyata api sudah membesar. Terlihat dari kelurahan,” kata Yono, warga setempat.

Tak lama berselang, tiga mobil pemadam kebakaran mendatangi lokasi. Petugas langsung melokalisasi kobaran api dari berbagai penjuru. Pemadaman dilakukan dari sisi depan yang berdekatan dengan jalan raya. Petugas menaiki pagar tembok disertai kawat berduri setinggi sekitar 5 meter.

Lokasi itu dipilih lantaran berdekatan dengan gudang minyak goreng. Agar api tidak merembet ke kantor Kelurahan Karanganyar. Setelah kobaran api di area depan bisa teratasi, petugas mulai memasuki gerbang. Petugas kemudian menyisir area dari sisi utara atau dari lingkungan Yayasan Pendidikan Pancasila.

Sekitar pukul 20.15, api berhasil dilokalisir. Namun, kobaran masih tampak dari sisi tengah bangunan. Hingga tadi malam, upaya pemadaman itu telah menghabiskan 10 tangki mobil PMK. Namun, kobaran api belum benar-benar padam.

Belakangan diketahui, kebakaran tidak hanya melanda pabrik kerupuk saja. Namun juga gudang minyak goreng, serta dua rumah kakak beradik Edi Purnomo, 55, dan Yuni Ester, 60. Saat kebakaran berlangsung, Edy mengaku baru datang dari Probolinggo.

kebakaran
MEMBARA: Sukarelawan berupaya membantu pemilik banguan menyelematkan perabotan rumah tangga dari amuk api yang membakar pabrik kerupuk di kompleks bangunan gedung Pancasila di Jalan Hasanudin Kota Pasuruan, Kamis (13/9) malam. (M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

“Begitu melihat api, kami langsung menyelamatkan diri,” katanya dengan wajah pucat pasi. Hal yang sama dilakukan Yuni Ester. Saat itu ia bersama dua anaknya yakni Ririn Dwi Anggraeni, 30, dan Indra Kusuma, 28.

Pukul 20.50, kobaran api sudah berhasil dijinakkan. Akan tetapi, petugas masih melakukan pemadaman di area tengah pabrik. Sebab, di sana masih ada sisa kobaran yang terlihat. Selama beberapa menit kemudian, petugas masih melanjutkan pembasahan. Itu dilakukan untuk memastikan bara api tak tersisa.

“Penyisiran dilakukan di sisi depan karena titik api berasal dari sana. Karena angin cukup kencang menyebabkan api cepat menjalar,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan Murtadho.

Ia menambahkan, upaya pembakaran dilakukan dengan mengerahkan empat mobil PMK milik Kota dan Kabupaten Pasuruan. Hingga pukul 21.09, sudah belasan tangki air yang dihabiskan untuk pemadaman.

“Kendala yang kami temukan karena akses jalan cukup menyulitkan sehingga mobil kami harus bergantian untuk ambil air. Ditambah lagi banyak warga yang memadati jalan. Untungnya dibantu koramil dan kepolisian,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan laboratorium forensik (labfor) Mabes Polri cabang Surabaya. “Sementara informasi dari masyarakat, penyebabnya ada bakar sampah dan kemudian mengenai gas elpiji. Namun lebih pasnya kami tunggu hasil dari labfor,” kata. (tom/fun)