alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kejari Periksa Dana Hibah KONI Kota Probolinggo TA 2019

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KANIGARAN,Radar Bromo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo sedang memeriksa penggunaan dana hibah KONI Kota Probolinggo tahun anggaran (TA) 2019. Pemeriksaan dilakukan setelah Kejari menerima laporan tentang dugaan penyelewengan penggunaan dana hibah tersebut.

Saat ini Kejari sedang melakukan pengumpulan data dan keterangan (pulbaket) untuk memastikan ada tidaknya dugaan penyelewengan itu. Sejumlah pihak juga dipanggil untuk diminta keterangan.

Kasi Pidsus Kejari Kota Probolinggo Ciprian Caesar menerangkan, ada laporan tentang dugaan penyalahgunaan dana hibah untuk olahraga, dalam hal dana hibah KONI. Berdasarkan laporan itu, pihaknya melakukan pulbaket. Kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan pada beberapa ketua cabor. Termasuk pengurus KONI dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Probolinggo.

Mewakili pengurus KONI, Kejari sudah memanggil Ketua KONI Siswadi untuk dimintai keterangan. Sementara untuk cabor, rencananya Kejari akan memangil semua pengurus dari 27 cabor. Namun, saat ini baru 13 pengurus cabor yang sudah dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Dari KONI sudah dimintai keterangan. Sementara untuk cabor masih proses. Sampai saat ini sudah ada 13 cabor yang dimintai keterangan dari total sekitar 27 cabor,” Beber Caesar saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di kantornya, Kamis (13/8) siang.

Dijelaskan Caesar, dalam APBD 2019 Kota Probolinggo dianggarkan dana hibah untuk KONI sebesar Rp 5 miliar. Dana Rp 5 miliar itu kemudian dibagi untuk KONI dan semua cabor. Nah, dana inilah yang diduga diselewengkan dalam penggunaannya.

“Jadi, kami masih tahap pulbaket. Dengan demikian, belum ditemukan apakah benar ada penyimpangan atau tidak. Semuanya nanti akan kami mintai keterangan. Saat ini masih proses,” lanjutnya.

Ketua KONI Kota Probolinggo Siswadi membenarkan telah dipanggil Kejari untuk dimintaiketerangan. Siswadi mengaku memenuhi panggilan Kejari sekitar tiga pekan lalu. Saat itu dirinya diminta datang ke Kejari untuk memberikan data administrasi keuangan.

“Memang benar sekitar tiga mingguan lalu. Kami diminta untuk memberikan data keuangan. Dan kami berikan data apa adanya,” katanya.

Hal Senada diungkapkan Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Probolinggo Muhammad Abas. Percasi adalah salah satu dari 13 cabor yang sudah dipanggil Kejari untuk diminta keterangan. Dan saat itu yang datang memenuhi panggilan Kejari adalah Abas.

Menurutnya, dirinya dipanggil Kejari dua pekan lalu yaitu Senin (27/7). Ia diminta untuk menyerahkan laporan keuangan dana hibah KONI tahun 2019 yang telah digunakan.

“Kami diminta untuk membawa laporan keuangan dana hibah. Untuk dana hibah, Percasi dapat sekitar Rp 80 jutaan. Kami berikan datanya apa adanya. Dalam pemanggilan itu hanya membahas mengenai data itu saja, tidak ada yang lain,” tuturnya.

Selain Abas, Jawa Pos Radar Bromo juga mengonfirmasi tiga ketua cabor lain di KONI Kota Probolinggo. Dan ketiganya membenarkan telah dipanggil Kejari. Namun, mereka enggan namanya disebutkan di koran.

“Benar kami dipanggil Kejari untuk diminta menyerahkan data keuangan hibah. Tapi dak usah ditulis,” tutur seorang ketua cabor.

Kemarin (13/8), Jawa Pos Radar Bromo juga mendatangi kantor Kejari Kota Probolinggo di Jalan Mastrip. Saat itu, ada dua staf dari BPKAD Kota Probolinggo di kantor Kejari. Mereka sedang mengambil berkas dana hibah KONI di Kejari. Namun, saat dikonfirmasi keduanya menolak dan langsung lari. (rpd/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

KANIGARAN,Radar Bromo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo sedang memeriksa penggunaan dana hibah KONI Kota Probolinggo tahun anggaran (TA) 2019. Pemeriksaan dilakukan setelah Kejari menerima laporan tentang dugaan penyelewengan penggunaan dana hibah tersebut.

Saat ini Kejari sedang melakukan pengumpulan data dan keterangan (pulbaket) untuk memastikan ada tidaknya dugaan penyelewengan itu. Sejumlah pihak juga dipanggil untuk diminta keterangan.

Kasi Pidsus Kejari Kota Probolinggo Ciprian Caesar menerangkan, ada laporan tentang dugaan penyalahgunaan dana hibah untuk olahraga, dalam hal dana hibah KONI. Berdasarkan laporan itu, pihaknya melakukan pulbaket. Kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan pada beberapa ketua cabor. Termasuk pengurus KONI dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Probolinggo.

Mobile_AP_Half Page

Mewakili pengurus KONI, Kejari sudah memanggil Ketua KONI Siswadi untuk dimintai keterangan. Sementara untuk cabor, rencananya Kejari akan memangil semua pengurus dari 27 cabor. Namun, saat ini baru 13 pengurus cabor yang sudah dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Dari KONI sudah dimintai keterangan. Sementara untuk cabor masih proses. Sampai saat ini sudah ada 13 cabor yang dimintai keterangan dari total sekitar 27 cabor,” Beber Caesar saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di kantornya, Kamis (13/8) siang.

Dijelaskan Caesar, dalam APBD 2019 Kota Probolinggo dianggarkan dana hibah untuk KONI sebesar Rp 5 miliar. Dana Rp 5 miliar itu kemudian dibagi untuk KONI dan semua cabor. Nah, dana inilah yang diduga diselewengkan dalam penggunaannya.

“Jadi, kami masih tahap pulbaket. Dengan demikian, belum ditemukan apakah benar ada penyimpangan atau tidak. Semuanya nanti akan kami mintai keterangan. Saat ini masih proses,” lanjutnya.

Ketua KONI Kota Probolinggo Siswadi membenarkan telah dipanggil Kejari untuk dimintaiketerangan. Siswadi mengaku memenuhi panggilan Kejari sekitar tiga pekan lalu. Saat itu dirinya diminta datang ke Kejari untuk memberikan data administrasi keuangan.

“Memang benar sekitar tiga mingguan lalu. Kami diminta untuk memberikan data keuangan. Dan kami berikan data apa adanya,” katanya.

Hal Senada diungkapkan Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Probolinggo Muhammad Abas. Percasi adalah salah satu dari 13 cabor yang sudah dipanggil Kejari untuk diminta keterangan. Dan saat itu yang datang memenuhi panggilan Kejari adalah Abas.

Menurutnya, dirinya dipanggil Kejari dua pekan lalu yaitu Senin (27/7). Ia diminta untuk menyerahkan laporan keuangan dana hibah KONI tahun 2019 yang telah digunakan.

“Kami diminta untuk membawa laporan keuangan dana hibah. Untuk dana hibah, Percasi dapat sekitar Rp 80 jutaan. Kami berikan datanya apa adanya. Dalam pemanggilan itu hanya membahas mengenai data itu saja, tidak ada yang lain,” tuturnya.

Selain Abas, Jawa Pos Radar Bromo juga mengonfirmasi tiga ketua cabor lain di KONI Kota Probolinggo. Dan ketiganya membenarkan telah dipanggil Kejari. Namun, mereka enggan namanya disebutkan di koran.

“Benar kami dipanggil Kejari untuk diminta menyerahkan data keuangan hibah. Tapi dak usah ditulis,” tutur seorang ketua cabor.

Kemarin (13/8), Jawa Pos Radar Bromo juga mendatangi kantor Kejari Kota Probolinggo di Jalan Mastrip. Saat itu, ada dua staf dari BPKAD Kota Probolinggo di kantor Kejari. Mereka sedang mengambil berkas dana hibah KONI di Kejari. Namun, saat dikonfirmasi keduanya menolak dan langsung lari. (rpd/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2