alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Mau Adopsi Bayi yang Ditemukan di Kalibuntu? Penuhi Syarat Ini

KRAKSAAN – Bayi laki-laki yang ditemukan di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menjadi perhatian warga. Di hari pertama bayi sehat itu ditemukan, juga mulai ada warga yang mengajukan diri untuk mengadopsinya.

Salah satunya adalah, Ani Widyaastuti, 25, warga Kalibuntu. “Kalau bisa saya mau mengadopsinya. Saya kasihan melihatnya. Saya akan adopsi biar ia sama dengan anak lainnya. Bisa sekolah dan punya cita-cita,” ujarnya.

Ani mengaku telah mendatangi dan mengajukan permohonan adopsi bayi yang diberi nama Rama Alriski itu ke sejumlah dinas terkait. Mulai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo, dan Polsek Kraksaan. “Saya sudah ke Dinkes dan ke Dinsos, tapi masih proses,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo Siti Khoiriyah mengatakan, untuk mengadopsi bayi hasil temuan ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Seperti, mampu secara ekonomi, masa penikahan minimal 5 tahun, dan tidak memiliki keturunan. Serta, usia minimal pengadopsi 35 tahun dan maksimal berusia 55 tahun. “Sekarang status bayi itu milik negara,” ujarnya.

Menurutnya, siapapun yang hendak mengadopsi bayi itu harus mengajukan ke Dinsos. Nantinya, Dinsos juga harus menyiapkan kronologi penemuan bayi. Serta, mengecek dan memastikan bayi itu sehat.

Bayi yang ditemukan di teras rumah warga itu kini dititipkan kepada Ketua RT 008, Desa Kalibuntu. Rencananya, Selasa ini akan dijemput Dinsos.

Bayi itu akan dibawa ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) Sidoarjo. Terkait pengajuan adopsi, Siti Khoiriyah mengatakan, sampai Senin malam, belum ada yang mengajukan secara tertulis.

Hanya ada pengajuan adopsi secara lisan dari warga Desa Kalibuntu. “Namun, dia tidak memenuhi kriteria karena masih muda,” ujarnya. (hil/rud)

KRAKSAAN – Bayi laki-laki yang ditemukan di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menjadi perhatian warga. Di hari pertama bayi sehat itu ditemukan, juga mulai ada warga yang mengajukan diri untuk mengadopsinya.

Salah satunya adalah, Ani Widyaastuti, 25, warga Kalibuntu. “Kalau bisa saya mau mengadopsinya. Saya kasihan melihatnya. Saya akan adopsi biar ia sama dengan anak lainnya. Bisa sekolah dan punya cita-cita,” ujarnya.

Ani mengaku telah mendatangi dan mengajukan permohonan adopsi bayi yang diberi nama Rama Alriski itu ke sejumlah dinas terkait. Mulai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo, dan Polsek Kraksaan. “Saya sudah ke Dinkes dan ke Dinsos, tapi masih proses,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo Siti Khoiriyah mengatakan, untuk mengadopsi bayi hasil temuan ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Seperti, mampu secara ekonomi, masa penikahan minimal 5 tahun, dan tidak memiliki keturunan. Serta, usia minimal pengadopsi 35 tahun dan maksimal berusia 55 tahun. “Sekarang status bayi itu milik negara,” ujarnya.

Menurutnya, siapapun yang hendak mengadopsi bayi itu harus mengajukan ke Dinsos. Nantinya, Dinsos juga harus menyiapkan kronologi penemuan bayi. Serta, mengecek dan memastikan bayi itu sehat.

Bayi yang ditemukan di teras rumah warga itu kini dititipkan kepada Ketua RT 008, Desa Kalibuntu. Rencananya, Selasa ini akan dijemput Dinsos.

Bayi itu akan dibawa ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) Sidoarjo. Terkait pengajuan adopsi, Siti Khoiriyah mengatakan, sampai Senin malam, belum ada yang mengajukan secara tertulis.

Hanya ada pengajuan adopsi secara lisan dari warga Desa Kalibuntu. “Namun, dia tidak memenuhi kriteria karena masih muda,” ujarnya. (hil/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/