Mujib Enggan Lapor Polisi Meski Akun Istri Disebutnya Di-Hack, Kenapa Ya?

KANIGARAN, Radar Bromo – Abdul Mujib, ketua DPRD Kota Probolinggo memastikan tidak akan melaporkan hacker yang diduga menuliskan status tudingan perselingkuhan. Politisi PKB tersebut enggan memperpanjang persoalan tersebut meskipun diakui merugikan nama baiknya.

“Memang ada perwakilan dari Polresta Probolinggo yang siap membantu jika memang akun itu diretas. Namun, kami pikir sudahlah tidak usah diperpanjang. Saya tidak akan melaporkan hacker tersebut meskipun memang merugikan nama baik saya,” ujar Abdul Mujib, ketua DPRD Kota Probolinggo saat ditemui sejumlah awak media, Senin (13/1) di kantor DPRD Kota Probolinggo.

Pria yang menjabat sebagai sekretaris DPC PKB Kota Probolinggo ini menjelaskan bahwa pilihan tersebut telah dipertimbangkan baik-baik. Memperpanjang masalah ini ke pihak berwajib maka akan menjadikan persoalan ini semakin panjang.

Mujib menjelaskan bahwa jika ada pihak ketiga lain yang ikut masuk sampai melakukan aksi hacking, maka dia pasti akan melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Namun, karena yang terlibat ini hanya dia dan istrinya, maka pilihannya tetap diselesaikan di internal keluarga saja.

“Saya selesaikan secara internal di keluarga. Terkait melaporkan, kami lihat perkembangannya. Arah saya jika dilaporkan untuk apa? Karena ini adalah masalah internal keluarga. Tidak perlu dibesar-besarkan dan sudah clear. Kalau merasa dirugikan pasti iya,” tambahnya.

Saat disinggung mengenai pernyataannya yang berbeda saat bertemu wartawan di Kota Probolinggo dan kediamannya di Kraksaan mengenai hacker yang meretas akun tersebut, Mujib membantah adanya perbedaan tersebut. Menurutnya, dia hanya mengakui bahwa yang mengunggah tersebut adalah akun istrinya.

“Saya hanya memastikan bahwa akun yang mengunggah itu adalah akun istri saya. Tapi setelah saya konfirmasi ke istri, dia mengaku tidak mengunggah status tersebut. Artinya, memang akunnya terkena hack,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai kecurigaan pelaku yang melakukan meretas akun istrinya, Mujib tidak pernah berprasangka buruk atau curiga pada siapapun. Mujib sendiri mengaku telah bertemu dengan perwakilan Badan Kehormatan (BK) DPRD dan menjelaskan persoalan yang dihadapinya adalah persoalan internal keluarga.

Sampai saat ini belum ada respons dari DPC PKB Kota Probolinggo terkait polemik status istri sekretaris DPC PKB yang menuding Abdul Mujib melakukan perselingkuhan. Mahrus Ali, wakil ketua DPC PKB hanya sempat menanggapi, namun sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD melalui pesan singkat.

“Kami rapatkan internal BK dulu. Karena ini sudah kadung mencuat di media, tentu kami sikapi di internal dulu terkait klarifikasi pemberitaan ini. Jangan sampai kemudian muncul dugaan tanpa bukti kebenarannya,” ujarnya. (put/fun)