Belum Dua Bulan, Sudah 120 Orang di Kab Probolinggo Kena DBD

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penderita penyakit demam derdarah dengue (DBD) hingga pertengahan Ferbuari ini di Kabupaten Probolinggo mencapai 120 orang. Dari jumlah tersebut, sejauh ini belum ada yang sampai meninggal dunia.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, jumlah penderita DBD di Kabupaten Probolinggo masih tergolong tinggi. Pada 2016 lalu tercatat 487 penderita dan meninggal 10; 2017 menurun menjadi 241 dan meninggal 5; 2018 jumlah penderita DBD kembali turun menjadi 80 orang dan meninggal 4 orang.

Namun, pada 2019 jumlah penderita DBD kembali meningkat menjadi 440 penderita dan meninggal 5 orang. Untuk tahun ini, hingga pertengahan Februari penderita DBD mencapai 120 orang dan meninggal nihil.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Anang Budi Yoelijanto mengatakan, tahun ini penderita DBD masih tergolong tinggi. Namun, hingga pertengahan Februari ini untuk yang meninggal dunia belum ada. “Semoga tidak ada. Semoga masyarakat yang terserang penyakit DBD ini diberikan kesembuhan,” katanya.

Pria yang akrab disapa Anang itu menjelaskan, sebagai upaya pencegahan pihaknya telah menginstruksikan terhadap puskesmas untuk melakukan penanganan. Selain itu, meminta masyarakat untuk terus waspada.

“Kami instruksikan kepada semua puskesmas dan juga kecamatan untuk melakukan upaya pencegahan. Bagi masyarakat, harus tetap waspada dan selaku menjaga kesehatan,” terangnya.

Seperti halnya tahun lalu, pihaknya juga mencanangkan gerakan jumantik. Tujuannya, untuk membasmi jentik jentik yang berpotensi menjadi nyamuk penyebab penyakit DBD.

“Kami terus fokus untuk penanganannya DBD ini. Karena ini masih musim hujan dan berpotensi untuk bertambah bagi penderitanya,” ungkapnya. (sid/fun)