Sigra Milik Warga Panggungrejo Ini Tertabrak KA di Kraton lantaran Sirene Tidak Berfungsi

RUSAK: Daihatsu Sigra yang tertabrak KA di perlintasan Bendungan, Senin (13/1)malam. Beruntung dalam insiden itu, penumpang mobil berhasil keluar lebih dahulu. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRATON, Radar Bromo– Nahas benar nasib yang dialami Yunus, 35. Saat mau menghadiri acara selamatan keluarganya sempat , pria asal Kelurahan Petahunan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan itu mengalami kecelakaan di jalur perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Desa Bendungan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Mobil Daihatsu Sigra nopol DK 1267 HH warna hitam yang dikemudikannya, tertabrak kereta api. Mobilnya sempat terpelanting sejauh 200 meter ke arah timur dari lokasi semula dan mengalami ringsek pada bagian body-nya. Syukur, insiden yang terjadi Senin (13/1) malam itu tak membuatnya luka apapun.

Kecelakaan ini diketahui terjadi sekitar pukul 18.00. Petang itu Yunus dan istrinya, Rahmawati, 32 bersama putrinya berangkat dari Kota Pasuruan dengan menggunakan mobil Daihatsu Sigra. Mereka berjalan dari timur ke barat. Setibanya di gang utara Pasar Bendungan, mereka berbelok ke utara.

Usai berjalan sejauh 200 meter ke utara, mereka tiba di dekat jalur perlintasan KA tanpa palang pintu. Karena tidak ada bunyi sirene, mereka hendak menyeberang. Saat itulah tiba tiba dari arah barat datang sebuah kereta api.

Sontak karena kaget, mereka langsung keluar dari mobil. Karena melihat KA masih cukup jauh, mereka pun mendorong mobil ke selatan. Namun upaya ini tidak membuahkan hasil. Mobil tetap tidak bergerak karena persneling mobil belum netral.

Saat mengetahui KA sudah dekat, ia pun lari ke selatan. Tak lama kemudian, bagian depan mobil tertabrak KA. Mobil pun terpelanting ke timur rel. Akibatnya body mobil mengalami ringsek di bagian depan dan belakang.

Sementara Yunus dan istri serta anaknya tidak mengalami luka apapun. Namun karena syok akibat kejadian ini, Rahmawati memiliki pulang ke Kota Pasuruan. Sementara Yunus pulang ke rumah orang tuanya di Dusun Srenggo, Desa Bendungan.

Salah seorang saksi mata, Syaiful Arif, 49 mengungkapkan sirene dan lampu perlintasan sudah kacau sejak tiga bulan ini. Terkadang saat tidak ada KA, sirene tetap berbunyi. Lampu juga tidak menyala. Sementara sejak dua pekan ini sirene perlintasan mati dan tidak berfungsi. Pihaknya berharap agar hal ini segera dibenahi. Sebab ia khawatir bakal ada korban lainnya di jalur perlintasan ini karena tidak mengetahui KA melintas. (riz/fun)