Tiga Muka Lama Ramaikan Bursa Pelatih Persekabpas

BANGIL, Radar Bromo – Jajaran manajemen Persekabpas Pasuruan mulai menyiapkan diri untuk menyongsong Liga 3 Zona Jatim tahun 2020. Selain menyiapkan seleksi pemain, jajaran manajemen kini juga mulai menimbang sosok pelatih yang bakal menakhodai tim berjuluk Laskar Sakera itu musim ini.

Sejauh ini, ada tiga nama yang masuk bursa calon pelatih kepala. Tiga nama itu bukanlah wajah baru. Semuanya tercatat pernah menukangi tim dengan warna kebesaran oranye itu dan belum berhasil mengangkat performa Persekabpas untuk mentas dari Liga 3.

Tiga nama itu adalah Asyari Cahyani, Sunardi, dan Kasianto. Seperti yang diketahui, Asyari merupakan pelatih yang pernah mengarsiteki Persekabpas Pasuruan pada 2016. Ia hanya mampu mengantarkan Persekabpas pada babak 8 besar Zona Jawa.

Prestasi tak lebih bagus ditorehkan Sunardi. Ia pernah mengarsiteki Persekabpas pada musim 2017 dan 2019. Pada 2017, ia hanya mampu membawa tim kebanggaan Sakeramania –julukan suporter Persekabpas- itu masuk babak 32 Zona Nasional.

Sedangkan pada 2019, performanya lebih jeblok. Lantaran meraih kekalahan di sejumlah laga uji coba, Sunardi pun lengser dari kursi pelatih kepala sebelum liga dimulai. Posisinya pun digantikan oleh Fakhrudin.

Sementara untuk Kasianto, pernah menakhodai Persekabpas pada 2018. Ia hanya mampu menembus Zona Jawa. Skandal persepakbolaan yang ditengarai adanya mafia bola saat melawan Banjarnegara, menjegalnya untuk melangkahkan Persekabpas lebih baik lagi. Dan untuk 2019 kemarin, ia hanya dipercaya menjadi asisten pelatih.

Manajer Persekabpas Pasuruan Iswahyudi menuturkan, sejauh ini memang tiga nama muka lama itu masuk bursa dan diusulkan tim V. Meski gagal mengangkat Persekabpas mentas dari Liga 3, namun mereka dinilai masih layak. “Mereka merupakan putra-putra terbaik daerah,” jelas Iswahyudi.

Ia mengaku, masih mempertimbangkan tiga nama yang disodorkan tersebut. Karena ia harus melihat terlebih dahulu track record masing-masing pelatih. “Masih kami pertimbangkan. Pastinya, ada plus minus dari ketiga pelatih tersebut,” bebernya.

Meski begitu, ia meyakinkan, kemungkinan besar akan mengambil salah satu dari mereka untuk dijadikan pelatih Persekabpas pada 2020. Beberapa hal menjadi pertimbangannya. Selain prioritas putra daerah, juga masalah pembiayaan jika harus merekrut pelatih asing atau luar daerah.

“Kami prioritaskan putra daerah. Tentunya juga, mempertimbangkan keuangan jika harus merekrut dari luar Pasuruan,” tambahnya. (one/mie)