MUI Datangi Ningsih, Minta Tak Keluar dari Akidah Ajaran Islam

PANDAAN, Radar Bromo – Sehari setelah rapat Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan (Bakorpakem), MUI Kecamatan Pandaan mendatangi tempat pengobatan alternatif Ningsih Tinampi. Pada Ningsih, MUI minta agar pengobatan itu tidak sampai keluar dari akidah Islam.

Tidak sendirian, pengurus MUI Kecamatan Pandaan datang dengan didampingi Muspika Plus Kecamatan Pandaan. Mereka datang menjelang Selasa siang (11/2) ke rumah Ningsih yang juga jadi tempat praktik pengobatan di Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan.

Ketua MUI Kecamatan Pandaan Ustad H.M. Rofi’i menjelaskan, pihaknya sebagai pengurus MUI di kecamatan, mempunyai kewajiban untuk mengetahui aktivitas pengobatan oleh Ningsih. MUI menurutnya, juga punya kewajiban melakukan pembinaan pada umat.

“Kami datang ke sini untuk melakukan pembinaan, masukan, dan arahan. Kami juga harus melihat dari dekat seperti apa praktik pengobatan alternatif yang dilakukan Ibu Ningsih Tinampi,” ucap Ustad Rofi’i, panggilannya.

Jika perlu, menurutnya, MUI melakukan pembinaan rutin. Misalnya, pembinaan sebulan sekali ke lokasi praktik pengobatan alternatif yang dilakukan Ningsih.

Setibanya di lokasi, MUI memang langsung melihat praktik pengobatan yang dilakukan Ningsih. Setelah itu, Ningsih menemui MUI di ruang tamu rumahnya.

Rofi’i usai bertemu Ningsih menjelaskan, pengobatan alternatif yang dilakukan Ningsih masih wajar. Namun, pihaknya mengingatkan agar pengobatan itu tidak sampai keluar dari akidah. Juga tidak menyalahi syariat.

“Kami minta pada beliau jangan sampai keluar dari akidah selama melakukan pengobatan. Juga agar tidak menyalahi syariat. Termasuk, berhati-hati dalam mengeluarkan ucapan atau pernyataan,” tuturnya.

Misalnya, pernyataan Ningsih yang sempat viral di YouTube bahwa dia bisa memanggil rasul dan malaikat. “Untuk hal ini, tidak perlu dipermasalahkan lagi. Karena yang bersangkutan sudah meminta maaf dan mengaku khilaf,” imbuhnya.

Di sisi lain, MUI juga melihat efek pengobatan yang dilakukan Ningsih pada kondisi sosial ekonomi warga di sekitarnya. Praktik pengobatan itu sedikit banyak mampu mengerek aktivitas ekonomi warga sekitar.

Ningsih sendiri, menyambut positif kedatangan MUI Kecamatan Pandaan bersama Muspika Plus. Menurutnya, para kiai di MUI adalah kiai warga di Pandaan, termasuk dirinya.

“Masukan serta saran dari Bakorpakem, juga MUI Pandaan menjadi perhatian kami. Agar lebih positif bagi kami untuk melangkah ke depannya,” terangnya.

Soal legalitas praktik pengobatan yang belum dimilikinya, Ningsih mengaku akan segera memenuhinya. Termasuk memperbaiki sistem antrean, pelayanan, dan yang lain.

“Pasien tetap banyak seperti biasanya, mayoritas penyakit nonmedis. Percaya atau tidak, praktik pengobatan yang kami lakukan ya seperti ini. Tidak ada setingan, rekayasa, apalagi menyuruh,” tuturnya. (zal/hn/fun)