alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Warga Sumurmati Temukan Bayi Lelaki Dibuang di Tengah Sawah  

SUMBERASIH, Radar Bromo–Masih belepotan darah, bayi laki-laki ditemukan warga di Dusun Dam, Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Bayi itu ditemukan di Jalan Bendi di tengah sawah, sekitar pukul  15.00, Minggu (11/10).

Warga sekitar pun langsung geger. Sebab, tubuh bayi masih belepotan darah. Diduga, bayi dibuang saat baru dilahirkan dan belum dimandikan. Yang membuat miris, bayi itu mulai dikerubungi semut. Diduga, bayi itu cukup lama digeletakkan di tengah sawah. Sampai kemudian warga sekitar menemukannya.

Bayi laki-laki dengan berat 2,8 kg dan panjang 50 sentimeter itu lantas dibawa pulang oleh Mahrom, 56, warga RT 8/RW 2, Desa Sumurmati. Warga yang mendengar kabar itu pun berbondong-bondong mendatangi rumah Mahrom untuk melihat bayi tersebut.

Mahrom menjelaskan, sebenarnya bukan dirinya yang menemukan bayi itu pertama kali. Sekitar pukul 15.00, dia pulang dari sawah setelah mengantarkan pupuk cair.

SEHAT: Bayi lelaki yang ditemukan di tengah sawah dengan kondisi masih belepotan darah usai dimandikan digendong kerabat Mahrom. (Rizky Putra Dinasti/ Jawa Pos Radar Bromo)

Saat itu, ia melihat sejumlah warga berkerumun di tengah sawah. Mahrom pun mendekat. Ternyata, warga menemukan bayi laki-laki yang tubuhnya masih dipenuhi darah.

Bayi itu dibungkus selimut. Di sebelahnya tergeletak sebuah topi. Sementara tubuhnya mulai dikerubungi semut. Karena tak tega melihat kondisi bayi itu, Mahrom pun membawanya pulang.

“Jadi yang menemukan pertama sebetulnya bukan saya. Tapi, warga tidak ada yang mau membawanya, karena takut. Akhirnya, sawa bawa pulang karena kasihan,” katanya saat ditemui di rumahnya.

Lelaki dengan dua anak dan dua cucu itu pun, membawa bayi tersebut ke bidan untuk diperiksa kondisinya. Dari bidan, bayi itu kembali dibawa pulang. “Indah (anak Mahrom yang kedua) yang bawa ke bidan di Mentor. Katanya bayinya sehat. Panjangnya 50 sentimer dengan berat 2,8 kg,” tambahnya.

Suryana, 55, istri Mahrom pun mengaku bersedia mengadopsi bayi itu. Dia juga menerangkan, di sekitar rumahnya tidak ada perempuan yang sedang hamil. “Di sini tidak ada yang hamil. Karena anak saya perempuan semua, saya mau mengambilnya (mengadopsi, red). Tapi  biar kasusnya selesai dulu saja. Ini masih ramai juga,” kata Suryana sembari menggendong bayi tersebut.

Kapolsek Sumberasih Iptu Suyanto saat ditemui di rumah Mahrom menerangkan, saat ini petugas Unit Reskrim bersama PPA Polresta Probolinggo sedang melakukan penyelidikan. “Bersama dengan Pak Mahrom dan beberapa saksi, kami sudah datangi lokasi penemuan bayi,” tuturnya.

Selain itu, petugas saat ini sedang menelusuri apakah ada warga yang hamil dan baru melahirkan. Namun, belum diketahui hasilnya. Prosesnya masih berjalan. (rpd/hn)

SUMBERASIH, Radar Bromo–Masih belepotan darah, bayi laki-laki ditemukan warga di Dusun Dam, Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Bayi itu ditemukan di Jalan Bendi di tengah sawah, sekitar pukul  15.00, Minggu (11/10).

Warga sekitar pun langsung geger. Sebab, tubuh bayi masih belepotan darah. Diduga, bayi dibuang saat baru dilahirkan dan belum dimandikan. Yang membuat miris, bayi itu mulai dikerubungi semut. Diduga, bayi itu cukup lama digeletakkan di tengah sawah. Sampai kemudian warga sekitar menemukannya.

Bayi laki-laki dengan berat 2,8 kg dan panjang 50 sentimeter itu lantas dibawa pulang oleh Mahrom, 56, warga RT 8/RW 2, Desa Sumurmati. Warga yang mendengar kabar itu pun berbondong-bondong mendatangi rumah Mahrom untuk melihat bayi tersebut.

Mahrom menjelaskan, sebenarnya bukan dirinya yang menemukan bayi itu pertama kali. Sekitar pukul 15.00, dia pulang dari sawah setelah mengantarkan pupuk cair.

SEHAT: Bayi lelaki yang ditemukan di tengah sawah dengan kondisi masih belepotan darah usai dimandikan digendong kerabat Mahrom. (Rizky Putra Dinasti/ Jawa Pos Radar Bromo)

Saat itu, ia melihat sejumlah warga berkerumun di tengah sawah. Mahrom pun mendekat. Ternyata, warga menemukan bayi laki-laki yang tubuhnya masih dipenuhi darah.

Bayi itu dibungkus selimut. Di sebelahnya tergeletak sebuah topi. Sementara tubuhnya mulai dikerubungi semut. Karena tak tega melihat kondisi bayi itu, Mahrom pun membawanya pulang.

“Jadi yang menemukan pertama sebetulnya bukan saya. Tapi, warga tidak ada yang mau membawanya, karena takut. Akhirnya, sawa bawa pulang karena kasihan,” katanya saat ditemui di rumahnya.

Lelaki dengan dua anak dan dua cucu itu pun, membawa bayi tersebut ke bidan untuk diperiksa kondisinya. Dari bidan, bayi itu kembali dibawa pulang. “Indah (anak Mahrom yang kedua) yang bawa ke bidan di Mentor. Katanya bayinya sehat. Panjangnya 50 sentimer dengan berat 2,8 kg,” tambahnya.

Suryana, 55, istri Mahrom pun mengaku bersedia mengadopsi bayi itu. Dia juga menerangkan, di sekitar rumahnya tidak ada perempuan yang sedang hamil. “Di sini tidak ada yang hamil. Karena anak saya perempuan semua, saya mau mengambilnya (mengadopsi, red). Tapi  biar kasusnya selesai dulu saja. Ini masih ramai juga,” kata Suryana sembari menggendong bayi tersebut.

Kapolsek Sumberasih Iptu Suyanto saat ditemui di rumah Mahrom menerangkan, saat ini petugas Unit Reskrim bersama PPA Polresta Probolinggo sedang melakukan penyelidikan. “Bersama dengan Pak Mahrom dan beberapa saksi, kami sudah datangi lokasi penemuan bayi,” tuturnya.

Selain itu, petugas saat ini sedang menelusuri apakah ada warga yang hamil dan baru melahirkan. Namun, belum diketahui hasilnya. Prosesnya masih berjalan. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/