alexametrics
31C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

IGD RSUD Bangil Ditutup, Bakal Dibuka Lagi Tanggal Ini

BANGIL, Radar Bromo– Masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat, sebaiknya tidak dilarikan ke IGD RSUD Bangil terlebih dahulu. Pasalnya, IGD rumah sakit pelat merah milik Pemkab Pasuruan itu, di-lockdown untuk beberapa waktu.

Penutupan IGD RSUD Bangil disampaikan oleh Sekda Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya, Kamis (10/9). Anang memastikan, jika IGD Bangil bakal ditutup sementara waktu. Penutupan itu diberlakukan mulai Kamis, 10 September 2020 hingga 14 September 2020. “Jadi, kami menegaskan, kalau mulai sore (Kamis 9/9) ini, IGD RSUD Bangil resmi ditutup,” sampainya.

Ia menambahkan, penutupan tersebut sebagai langkah dalam pencegahan Covid-19. Sebab, ruangan IGD RSUD Bangil harus disterilisasi. Bukan hanya ruangan, tetapi juga alkes dan barang-barang lainnya yang ada di IGD RSUD Bangil.

“Pertimbangan dari penutupan ini, karena ruangan dan barang-barang yang ada di IGD RSUD Bangil, harus disterilisasi. Ini diperlukan, untuk memberikan perlindungan, kepada dokter ataupun nakes dan masyarakat,” timpalnya.

Ia menegaskan, untuk memberikan pelayanan kedaruratan, pihaknya sudah bekerja sama dengan rumah sakit-rumah sakit lain. Sehingga, pasien yang mengalami kedaruratan, bisa dilarikan ke IGD rumah sakit yang lain.

Meski begitu, pelayanan lain di RSUD Bangil tetap dibuka. Seperti pelayanan poli. “Yang dilakukan penutupan, hanya untuk IGD. Sementara, untuk pelayanan yang lain, tetap dibuka,” sampainya.

HANYA SEBENTAR: Rencananya IGD RSUD Bangil kembali dibuka 14 September mendatang. (Foto : Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Plt Direktur RSUD Bangil, Arma Roosalina menegaskan, tujuan penutupan tersebut, untuk pembersihan total di ruangan dan peralatan yang ada di IGD RSUD Bangil. Sterilisasi itu hanya bisa dilakukan, jika tidak menerima pelayanan. Seperti rumah sakit-rumah sakit lain, sudah banyak yang menerapkan hal serupa.

Selama IGD di RSUD Bangil ditutup, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kedaruratan, sebaiknya ke IGD di puskesmas atau rumah sakit yang lain. “Seperti kasus kecelakaan. Sementara ini, kami belum bisa menerima,” tukas dia.

Sejauh ini, kata Arma, nakes yang terpapar Covid-19 memang ada. Namun, ia menegaskan, kalau dari mereka sudah banyak yang sehat dan pulih kembali. Hanya saja, ia tidak menjabarkan berapa banyak nakes tersebut. Baik yang terpapar ataupun yang sudah sembuh. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU