Sopir Innova yang Tabrak Tenda Buruh Ngaku Ngantuk, Tak Sempat Ngerem

SUKOREJO, Radar Bromo – Petugas kepolisian langsung menetapkan Sopyan Wahyu Pujoningrat, 32, sebagai tersangka dalam kecelakaan maut di depan pabrik PT Sumber Bening Lestari. Penetapan tersangka dilakukan setelah sopir mobil Toyota Innova itu diperiksa petugas.

Penegasan ini disampaikan Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP A. R. Dwi Nugroho, Selasa (10/3). Tersangka dianggap lalai sehingga menyebabkan empat orang meninggal dunia.

“Sopir Innova sudah kami tetapkan tersangka, posisinya kurang menguntungkan. Karena kelalaiannya, kecelakaan ini terjadi,” tegas Kasat Lantas.

Dilanjutkannya, tersangka dijerat pasal 310 ayat (4) UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). “Ancaman hukumannya enam tahun penjara karena menyebabkan korbannya meninggal dunia,” bebernya.

Sementara itu, wartawan Jawa Pos Radar Bromo berhasil menemui tersangka kemarin, di Polsek Sukorejo. Wajahnya pucat pasi, gugup, dan panik. Lelaki asal Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, itu lebih banyak menundukkan wajahnya.

USAI DITABRAK: Kondisi tenda buruh mogok kerja depan PT. Sumber Bening Lestari, Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo yang tertabrak mobil Toyota Innova. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Sopyan mengaku ngantuk saat mengemudikan Innova, dini hari itu. Dia pun tidak sempat ngerem, saat mobil yang dikemudikannya menabrak lokasi tenda para buruh yang sedang mogok kerja di Jalan Nasional jurusan Malang–Surabaya, Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

“Saat kecelakaan itu, saya mengantuk ketika mengendarai mobil. Sehingga, mobil jalan dari lajur cepat mengarah ke kiri dan hilang kendali. Lalu menabrak deretan motor parkir dan tenda,” jelasnya.

Karena mengantuk itulah, Sopyan tidak sempat mengerem mobilnya. “Tahu-tahu sudah nabrak. Kejadiannya cepat dan saya ndak sempat ngerem,” ujarnya sambil mengembuskan napas panjang.

Dini hari tersebut, ia menuturkan, sedang dalam perjalanan pulang dari Batu, menuju rumahnya di Mojokerto. Rencananya, pagi itu dia akan melanjutkan perjalanan ke Gresik.

Innova sendiri, membawa lima orang. Termasuk anaknya, Ahmad Faris Nur Wahyu, 11. Sementara penumpang lainnya, semuanya masih saudara.

Duduk di depan Ana Wijayawati, 36, dan putrinya Safira Nur Rixqya, 6. Lalu, di belakangnya ada putranya. Kemudian keponakannya, Aditya Nur Rafi, 13 dan Hadi Nurcholis, 38, suami dari Ana Wijayawati.

“Dari Batu berangkat sekitar pukul 00.30, sampai di Suwayuwo terjadi kecelakaan ini. Itu sekitar pukul 01.30. Saya kaget. Dak mengira bakal terjadi kecelakaan seperti ini,” tuturnya. (zal/hn/fun)