alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

12 Pegawai Dispendik Positif, Kantor Disterilkan, 81 Pegawai WFH

KRAKSAAN, Radar Bromo – Makin banyak saja pegawai yang terpapar Covid-19. Di lingkungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo, 12 pegawainya dipastikan positif. Dispendik pun memberlakukan work from home (WFH) pada 81 pegawainya.

Kebijakan itu diberlakukan mulai Jumat (9/10) sampai 10 hari ke depan. Yaitu sampai Senin (19/10). Dengan kebijakan WFH tersebut, otomatis Dispendik membatasi layanan selama WFH.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi menjelaskan, kebijakan WFH diterapkan setelah seorang pegawai dinyatakan positif Covid-19. Saat itu, Dispendik langsung menggelar tes swab masal untuk seluruh pegawai Dispendik.

Tes swab masal dilakukan dua hari. Hasilnya, 11 pegawai Dispendik lainnya dinyatakan positif Covid-19.

“Awalnya ditemukan satu kasus. Karena itu, kami rasa perlu untuk menggelar tes swab masal. Hasilnya ditemukan 11 pegawai yang dinyatakan positif,” ujar Rozi panggilannya.

Karena kondisi itu, pihaknya kemudian menerapkan pembatasan layanan. Bukan lockdown. Menurut Rozi, selama pembatasan layanan itu, masih ada pegawai yang bertugas di kantor. Kurang lebih sembilan orang.

Sementara, mayoritas pegawai yang lain bekerja dari rumah atau WFH. Jumlahnya ada 81 orang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus yang semakin meluas.

Seiring dengan kebijakan tersebut, juga dilakukan sterilisasi di seluruh gedung. Gedung menurutnya disemprot disinfektan secara berkala.

Dispendik sendiri menurut Rozi, sebenarnya sudah memberlakukan WFH sebelum ditemukan 12 pegawai positif Covid-19. Dibuat jadwal masuk kantor secara bergiliran bagi semua pegawai. Setiap harinya, hanya 20 pegawai yang masuk. Sisanya, WFH.

Namun, setelah ada 12 pegawai yang positif Covid-19, maka WFH semakin diperketat. Saat ini menurutnya, mayoritas pegawai WFH.

“Hanya ada sembilan pegawai yang masuk kantor, sementara lainnya WFH. Walaupun demikian, pengawasan tetap kami lakukan dengan meminta laporan kerja harian selama bekerja di rumah,” tandasnya.

Di sisi lain, Dispendik saat ini lebih memperketat protokol kesehatan. Penggunaan masker menjadi hal yang wajib. Sebelum masuk ke kantor, tamu wajib mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Lalu, di ruang tunggu diterapkan physical distancing untuk tamu.

“Tak bermasker tidak kami layani. Protokol kesehatan menjadi sebuah kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi,” ujar Rozi.

Sementara itu, juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Dewi Veronica mengatakan, penyemprotan disinfektan sudah dilakukan di gedung Dispendik. Juga dilakukan pengawasan terhadap 12 pegawainya yang positif Covid-19. Saat ini, mereka semua sedang dirawat di rumah sehat.

“Penyemprotan sudah dilakukan secara periodik. Untuk yang terkonfirmasi positif, perkembangannya terus kami pantau,” pungkasnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Makin banyak saja pegawai yang terpapar Covid-19. Di lingkungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo, 12 pegawainya dipastikan positif. Dispendik pun memberlakukan work from home (WFH) pada 81 pegawainya.

Kebijakan itu diberlakukan mulai Jumat (9/10) sampai 10 hari ke depan. Yaitu sampai Senin (19/10). Dengan kebijakan WFH tersebut, otomatis Dispendik membatasi layanan selama WFH.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi menjelaskan, kebijakan WFH diterapkan setelah seorang pegawai dinyatakan positif Covid-19. Saat itu, Dispendik langsung menggelar tes swab masal untuk seluruh pegawai Dispendik.

Tes swab masal dilakukan dua hari. Hasilnya, 11 pegawai Dispendik lainnya dinyatakan positif Covid-19.

“Awalnya ditemukan satu kasus. Karena itu, kami rasa perlu untuk menggelar tes swab masal. Hasilnya ditemukan 11 pegawai yang dinyatakan positif,” ujar Rozi panggilannya.

Karena kondisi itu, pihaknya kemudian menerapkan pembatasan layanan. Bukan lockdown. Menurut Rozi, selama pembatasan layanan itu, masih ada pegawai yang bertugas di kantor. Kurang lebih sembilan orang.

Sementara, mayoritas pegawai yang lain bekerja dari rumah atau WFH. Jumlahnya ada 81 orang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus yang semakin meluas.

Seiring dengan kebijakan tersebut, juga dilakukan sterilisasi di seluruh gedung. Gedung menurutnya disemprot disinfektan secara berkala.

Dispendik sendiri menurut Rozi, sebenarnya sudah memberlakukan WFH sebelum ditemukan 12 pegawai positif Covid-19. Dibuat jadwal masuk kantor secara bergiliran bagi semua pegawai. Setiap harinya, hanya 20 pegawai yang masuk. Sisanya, WFH.

Namun, setelah ada 12 pegawai yang positif Covid-19, maka WFH semakin diperketat. Saat ini menurutnya, mayoritas pegawai WFH.

“Hanya ada sembilan pegawai yang masuk kantor, sementara lainnya WFH. Walaupun demikian, pengawasan tetap kami lakukan dengan meminta laporan kerja harian selama bekerja di rumah,” tandasnya.

Di sisi lain, Dispendik saat ini lebih memperketat protokol kesehatan. Penggunaan masker menjadi hal yang wajib. Sebelum masuk ke kantor, tamu wajib mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Lalu, di ruang tunggu diterapkan physical distancing untuk tamu.

“Tak bermasker tidak kami layani. Protokol kesehatan menjadi sebuah kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi,” ujar Rozi.

Sementara itu, juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Dewi Veronica mengatakan, penyemprotan disinfektan sudah dilakukan di gedung Dispendik. Juga dilakukan pengawasan terhadap 12 pegawainya yang positif Covid-19. Saat ini, mereka semua sedang dirawat di rumah sehat.

“Penyemprotan sudah dilakukan secara periodik. Untuk yang terkonfirmasi positif, perkembangannya terus kami pantau,” pungkasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/