Pembakaran Pencuri di Tiris, Polisi Tetapkan 7 Tersangka, Ini Perannya

BUNTUT MAIN HAKIM SENDIRI: Ke tujuh tersangka saat dikeler di Mapolres Probolinggo. Insert, koran Jawa Pos Radar Bromo yang memberitakan pencuri dibakar hidup-hidup di Tiris, Juli lalu. (Foto: Arif Mashudi/Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN-Polisi terus mengusut aksi pembakaran pencuri motor hingga tewas di Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, awal Juli lalu. Usai mengamankan 10 orang, 7 diantaranya kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Jumat siang (10/8), ket tujuh tersangka itu dirilis Polres Probolinggo. Ketujuh tersangka itu adalah Amin, 45; Rofi, 36; Mistar, 43; Suparman, 43; Samin, 35; Sugi, 25; dan Edi Efendi, 21.

Mereka semua sama-sama berasal dari Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, lokasi kejadian pembakaran terduga maling, Samhadi, 33, warga Desa Andungsari Tiris hingga tewas. Kini, semuanya harus mendekam di jeruji besi tahanan Mapolres Probolinggo.

Ke tujuh tersangka itu memiliki peran masing-masing. Tersangka Amin yang ikut melakukan penangkapan terhadap korban Samhadi, memprovokasi dengan teriak bakar. Ia juga ikut memukul, mengikat korban.

Selanjutnya tersangka Rofi ikut memukul korban dan membawa bensin. Untuk tersangka Mistar ikut memukul korban dan menyiram korban dengan menggunakan bensin.

Selanjutnya, tersangka Suparman ikut mengikat korban dan melakkan pemukulan. Untuk tersangka Samin, ikut melakukan pelemparan batu ke kepala bagian belakang korban hingga terjatuh.

Tersangka Sugi, ikut melakukan penangkapan dan mengikat korban. Terakhir tersangka Edi ikut melakkan penangkapan, mencari tambang untuk mengikat dan menyalakan api saat hendak korban dibakar.

”Semuanya kami amankan dan tetapkan sebagai tersangka, karena keterlibatan mereka. Semua tersangka ini memiliki peran masing-masing dan sudah diperiksa oleh penyidik,” kata Kapolres Probolinggo, AKBP Fadly Samad saat jumpa Pers di Mapolres kemarin.

Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu menjelaskan, ketujuh tersangka ini terkait kasus pembakaran yang tejradi pada 9 Juli lalu. Mereka dijerat pidana pasal 351 ayat (3) dan 170 ayat (3), terkait penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Saat itu ada dua kasus yang ditangani Polisi. Pertama, kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh tersangka Samhadi. Pihaknya sudah memproses dengan melidik dua terduga rekan Samhadi. Kemudian kasus kedua soal pembakaran terhadap Samhadi.

”Hasil penyelidikan dan pemeriksaan, ada tujuh orang yan gterlibat. Mulai dari penangkapan, mengikat korban, pemukulan dan pembakaran. Semuanya miliki peranan,” ungkapnya. (mas/mie)