Muncul Desakan Tutup Cimory Dairyland & Resto, Bagaimana Respons Pengelolanya?

PRIGEN, Radar Bromo-Ambruknya lahan parkir di Cimory Dairyland & Resto menuai pro-kontra. Legislatif meminta operasionalnya ditutup sementara, sedangkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pasuruan mengamini tetap beroperasi.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan mengatakan, Pemkab Pasuruan melalui Satpol PP perlu mengambil tindakan tegas terkait masalah ini. Salah satunya untuk menutup sementara operasional Cimory. “Agar tidak timbul bencana dan korban lebih parah lagi, tempat ini harus ditutup sementara operasionalnya,” ujar Dion sapaan akrab Sudiono Fauzan.

Menurutnya, Cimory harus menghormati surat peringatan yang telah dilayangkan Satpol PP. Serta, sebagai upaya penegakan hukum dan menghindari dampak buruk beberapa pelanggaran yang berakibat terhadap bencana karena kelalaian pihak Cimory.

Seperti belum adanya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk bangunan tambahan; layout tidak sesuai di lapangan. Kemudian, jembatan penghubung antarresto atau bangunan, penambahan lahan parkir, dan lain-lain.

“Lengkapi dulu dokumen yang belum, perbaiki fasilitas sesuai aspek yang direkomendasikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, kan banyak itu yang belum dilengkapi,” ujarnya.

Dukungan tetap beroperasinya Cimory muncul dari PHRI Pasuruan, Ketua PHRI Pasuruan Djoko Widodo mengatakan, dengan adanya kejadian tersebut, Cimory tidak harus ditutup sementara.

“Kasih kesempatan dulu pengelola atau investornya untuk memperbaiki dan melengkapi kekurangannya. Jangan asal main tutup saja, meski sementara. Jika ini dilakukan, tidak baik untuk iklim dan pertumbuhan investasi bidang pariwisata di kabupaten ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, hadirnya Cimory menjadikan dunia pariwisata di Kabupaten Pasuruan menggeliat. Terutama di Prigen. Bahkan, omzet hotel dan restoran naik hingga 25 persen dibanding sebelum ada Cimory. “Pro dan kontra, termasuk menyangkut dampak negatif maupun positif itu biasa. Semua harus bisa bijak dalam menyikapinya,” ujarnya.

Salah seorang pelaku usaha wisata sekaligus Owner Wisata Ngopi Bareng Pintu Langit Saifullah Yusuf juga mendukung Cimory tetap operasional. Menurutnya, sebaliknya tidak perlu sampai dilakukan penutupan sementara.

“Sebagai pelaku usaha wisata, pastinya kami prihatin dan kejadian ini di luar prediksi. Apalagi, cuaca ekstrem seperti sekarang. Kini tinggal dimaksimalkan perbaikannya, dilengkapi kekurangan administrasinya tanpa harus menghentikan operasional wisatanya,” ujar mantan Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut.

Di sisi lain, General Manajer Cimory Dairyland & Resto Yos Ruwedi mengaku akan mengikuti arahan dan masukan serta saran dari berbagai pihak. “Kami di manajemen mengikuti sesuai arahan dan proses. Untuk yang ambruk akan segera diperbaiki. Motor yang tertimbun menjadi tanggung jawab kami. Termasuk akan memenuhi semua persyaratan administrasi yang kurang atau belum lengkap,” ujarnya. (zal/fun)