Mantan Kekasih Tunangan dengan Orang Lain, Bacok Mak Comblang

MAYANGAN-Nahas dialami Satap Efendi, 43. Warga Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo itu harus dilarikan ke rumah sakit lantaran terkena sejumlah luka bacok, Sabtu malam (8/12).

Ia dibacok saat melerai perkelahian di sekitar jalan Patimura-Patiunus, Blok Kronong, Kelurahan/ Kecamatan mayangan, Kota Probolinggo.

Informasi yang dihimpun radarbromo.co.id, pemicu aksi pembacokan itu berlatar belakang asmara. Pemicunya, pelaku menjalin asmara dengan perempuan asal Desa Boto, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Nah, perjalanan asmara pelaku dengan perempuan itu tak berjalan mulus. Orang tua pihak perempuan tak sepakat. Alasannya, pelaku belum memiliki pekerjaan tetap.

Tak lama kemudian, korban Satap yang berteman baik dengan ayah perempuan, hendak mengenalkan kekasih pelaku  dengan anak sahabatnya. Yakni warga Kronong, Mayangan.

Setelah dikenalkan, ternyata keluarga perempuan asal Boto dengan keluarga Kronong setuju. Termasuk si perempuan tersebut. Sang perempuan pun akhirnya bertunangan.

Mendengar sang pujaan hati bertunangan dengan orang lain, pelaku pun tak terima. Dari situ, pelaku pun meneror tunangan sang mantan kekasih.

Puncaknya pada, Sabtu (8/12) malam, pelaku bersama lima belas teman lainya hendak melurug rumah tunangan sang perempuan di Kronong. Khawatir terjadi masalah, keluarga sang tunangan pun meminta tolong pada Satap selaku mak comblang.

Satap pun datang saat itu juga. Nah, saat berupaya melerai, Satap terkena bacok pelaku. Ia terkena dua kali bacokan. Yakni di bahu kiri dan jarinya.

“Ini masalah asmara. Soalnya yang dulu itu (pelaku) tidak jadi tunangan. Tapi perempuan itu malah tunangan dengan orang lain. Makanya ia (pelaku) marah kepada tunanganya yang baru,” terang salah satu kerabat korban yang enggan namanya dikorankan.

Sampai berita ini ditulis, polisi masih menyelidiki kasus itu. Polisi masih memburu pelaku. (rpd/mie)