KPK Dalami 10 Proyek Lain di Kota Pasuruan, Peran Trio Kwek-kwek..

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang belum mengungkap identitas Trio Kwek-Kwek yang punya andil dalam kasus dugaan suap dengan tersangka Wali Kota Pasuruan Setiyono. Namun, lembaga antirasuah itu memastikan terus mendalami peran orang-orang tersebut. Sebab, penyidik menduga keberadaan mereka penting dalam mengatur sejumlah proyek yang dimainkan Setiyono.

Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah dalam rilisnya Senin malam menjelaskan, posisi Trio Kwek-kwek berada satu lapis di bawah Setiyono. “Ada pembagian-pembagian yang mereka lakukan,” ungkapnya.

Selain pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM), masih ada proyek lain di Pasuruan yang juga menjadi perhatian penyidik KPK.

Sejauh ini, pria yang akrab dipanggil Febri itu menyebutkan, ada 10 proyek di Pasuruan yang juga didalami oleh KPK. “Kami cermati apakah ada dugaan aliran dana sebagai fee terhadap Wali Kota dan kawan-kawan,” terang dia.

Apa saja proyek yang dia maksud? Febri belum bisa menyampaikan satu per satu. Tapi, pria berkacamata ini memastikan, proyek-proyek itu di antaranya berasal dari Dinas PUPR Pasuruan serta Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dinkop UMKM) Pasuruan.

Di samping pengembangan PLUT-KUMKM, program yang terkait dengan fasilitas pengairan dan konstruksi juga masuk dalam 10 proyek tersebut. “Itu, yang sedang kami dalami,” ujarnya. Nilai 10 proyek itu, menurut Febri, tidak sama. Ada yang puluhan juta rupiah, ratusan juta rupiah, sampai miliaran rupiah. Hanya saja, besaran fee untuk Setiyono memang sudah dipatok antara 5 sampai 7 persen untuk setiap proyek.

Namun demikian, sambung Febri, ada juga proyek yang besaran fee-nya mencapai 10 persen. ”Tapi, nilai (commitment fee) yang sering terjadi yang kami identifikasi adalah 5 sampai 7 persen,” tutur mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut.

Guna memuluskan permintaan dan penerimaan fee untuk proyek-proyek itu, Setiyono mengandalkan Trio Kwek-Kwek. “Tentu identitas dari orang-orang itu sudah kami pegang,” tambah dia. Hanya saja, Febri belum bisa menyebut satu per satu nama Trio Kwek-Kwek tersebut.

Ketika Jawa Pos menanyakan tiga nama yang diduga merupakan personel Trio Kwek-Kwek dengan inisial Hn, AF, dan ET? Febri mengaku belum bisa menyampaikan kepada publik. Pun demikian saat ditanyai kemungkinan adanya tersangka lain. “Penetapan tersangka itu baru dilakukan untuk orang-orang yang diumumkan kemarin (Jumat),” jelas dia.

Febri memastikan, instansinya pasti mengambil tindakan apabila ada temuan bukti baru. “Nanti kami lihat ada pelaku lain atau tidak,” imbuhnya. Seiring penyidikan yang tengah berlangsung, pemeriksaan saksi untuk Setiyono maupun dua tersangka lain juga akan dilakukan KPK. Tapi, dia belum menyebut waktu pemeriksaan tersebut.

“Nanti kami umumkan,” tambah dia. Sebab, masih banyak informasi yang perlu digali KPK dalam penanganan kasus itu.

Diketahui, Wali Kota Setiyono bersama tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Di antaranya Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas PUPR Dwi Fitri Nurcahyo; staf Kelurahan Purutrejo, Wahyu Tri Hardianto; serta perwakilan CV Mahadhir, Muhammad Baqir. Mereka terjerat kasus suap terkait proyek usai KPK melakukan OTT. (idr/syn/JPG/rf)