alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Biadab, Bapak Perkosa Anak Tiri, Nyaris Dimassa

PURWOSARI – Anak di bawah umur semakin rentan menjadi korban pelecehan seksual, bahkan sampai pemerkosaan. Pelakunya, sebagian besar justru dilakukan orang terdekat. Seperti yang dialami Mawar, 18. Selama tiga tahun terakhir, ia jadi korban kebiadaban SKR, 53, bapak tirinya.

Mawar, warga Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan ini memendam kisah pilunya ini karena diancam oleh pelaku. Namun, ia akhirnya memberanikan diri membongkar aksi si pemerkosa. Orang yang pertama kali mendapat cerita pilu itu adalah bapak kandung korban.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, SKR tak hanya sekali memerkosa korban. Ia mulai melakukan aksi bejatnya sejak 2015 lalu. Tepatnya saat Mawar masih duduk di bangku kelas 1 SMK. Usia Mawar kala itu masih 15 tahun.

Delly Andriono, penasehat hukum korban mengatakan, SKR mulanya merayu korban sebelum melakukan aksinya tersebut. “Modusnya, pelaku berdalih agar Mawar disukai keluarganya. Agar saudara-saudara korban yang selama ini tidak suka, menjadi suka. Kemudian melakukan pelecehan seksual,” kata Delly –sapaan akrabnya –.

Beberapa waktu kemudian, SKR kian beringas melancarkan aksinya. Tak hanya melakukan pelecehan seksual terhadap Mawar, pelaku yang setiap harinya bekerja sebagai tukang ojek itu berani memerkosa korban. Aksi pemerkosaan itu dilakukan SKR di rumahnya. Yakni saat ibu Mawar bekerja di sawah.

“Selain di rumah, korban juga pernah diajak ke villa. Saat itu korban dijemput dari sekolahnya. Pelaku beralasan mau mampir ke rumah temannya. Namun ternyata dibawa ke salah satu villa di Tretes,” imbuhnya.

Delly menjelaskan, pelaku sempat mengajak Mawar ke villa sebanyak tiga kali. “Jadi yang dilakukan di villa sebanyak dua kali, karena waktu diajak pertama kali korban menolak. Pelaku kemudian mengancamnya. Karena yang menafkahi selama ini pelaku, jadi korban takut,” jelasnya.

Selama beberapa tahun memendam beban, Mawar akhirnya tak tahan. Setelah lulus SMA pada Mei lalu, Mawar kabur ke rumah bapak kandungnya di Surabaya. Saat itulah, Mawar memberanikan diri mengadukan apa yang dialaminya selama tiga tahun terakhir. Korban dengan diantar bapaknya, lantas melaporkan hal itu ke Mapolres Pasuruan pada 31 Juli lalu.

“Bapak korban kemarin (Jumat, 7/9) mendatangi rumah pengurus RT dan rumah pelaku karena mau tahu duduk perkaranya­­,” lanjut Delly. Saat itulah, adu mulut sempat terjadi setelah pelaku dan korban saling berhadapan. Perseteruan itu kemudian didengar oleh warga setempat.

Warga yang mendengar aksi pemerkosaan yang dilakukan SKR naik pitam. Puluhan warga langsung berkerumun hendak menghakimi SKR. Lantaran itu, SKR kemudian dibawa ke rumah salah satu perangkat desa. Namun massa tetap membuntuti. Ia lantas dibawa ke balai desa setempat, sebelum akhirnya dicokok aparat kepolisian.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso membenarkan laporan dugaan pemerkosaan tersebut. SKR saat ini telah diamankan di sel Mapolres Pasuruan. “Dengan alat bukti yang ada, sudah cukup kuat menjerat pelaku. Maka statusnya saat ini sudah menjadi tersangka dan ditahan. Selanjutnya, masih dalam proses penyidikan,” tandas Budi. (tom/rf)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Usulan Tambahan Pupuk Subsidi Tunggu Kejelasan Realokasi Provinsi    

BANGIL, Radar Bromo–Masuk akhir Oktober, kuota sisa pupuk bersubsidi urea di Kabupaten Pasuruan tersisa 8 ribu ton. Saat ini Dinas Pertanian masih menunggu instruksi...

Pencairan DBHCHT di Kab Pasuruan Tersisa Rp 36 Miliar  

Sampai akhir Oktober ini, DBHCHT yang sudah masuk ke kabupaten setempat mencapai Rp 146 Miliar.

Muncul Banyak Pedagang Dadakan, Satpol PP Belum Bisa Usir Paksa

Mendekati Maulid Nabi, jumlah pedagang semakin banyak. Bahkan, tak sedikit yang lapaknya memakan bahu jalan dan membuat tenda semi permanen.

Mahasiswi asal Lumajang Polisikan Eeks Pacar usai Dianiaya-HP-nya Dirampas

Korban menjalin hubungan asmara dengan RV selama 3 tahun.

Pura-pura Bertamu Lalu Curi Uang, Pelakunya Wanita Berpakaian Muslimah

Usia pelakudiperkirakan 30 sampai 40 tahun, fisiknya gemuk dengan make up wajah tebal dan berpakaian muslimah warna merah